Bayar Fee Ratusan Juta, Proyek Puskesmas Teluk Belitung Diduga Dikerjakan Rekanan Asal Jadi

- Jurnalis

Selasa, 15 Desember 2020 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Meranti- Kekawatiran masyarakat Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti terkait banyaknya Fee yang keluar hingga ratusan juta yang berpotensi akan berdampak buruk pada kualitas pembangunan Proyek Pembangunan Puskesmas Teluk Belitung terbukti sangat dikeluhkan.

Dimana dalam pengerjaan pembangunan Puskesmas yang dilaksanakan oleh rekanan PT KALBER REKSA ABADI yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun 2020 senilai Rp 6.696.535.409.39. diduga dikerjakan asal jadi dan banyak ditemukan kecurangan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (Speek), sebagaimana Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan,Selasa 15/12/2020.

Menurut informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah masyarakat setempat saat berbincang-bincang minggu lalu, dalam pelaksanaan pembangunan tersebut banyak ditemukan kecurangan yang diduga tidak sesuai RAB, seperti pada awal pemasangan kayu cerocok, coran lantai kerja kemudian pemasangan itilasi listrik.

“Susah mau disebut satu persatu terlalu banyak kecurangannya, kalau penyakit sama dengan komplikasi, contoh seperti coran beton lantai hanya sekedarnya saja dan dudiga tidak mengunakan besi warmes parahnya lagi ada yang tidak dicor lantai langsung dipasang granit atas pasir urung, dan itu sempat ketahuan pengawas dan dibongkar,” Ujar I W (46) berserta sejumlah warga lainnya yang meminta namanya untuk tidak disebutkan.

Dengan berbagai kecurangan perkerjaan tersebut mereka juga berkeyakinan bahwa pembangunan tersebut tidak bertahan lama.

“Untuk lebih jelas bapak bisa lihat lansung kelokasi, jangan bicara kualitas, bisa bertahan dua sampai tiga tahun sudah mantap itu, maka dari itu kami bersepakat dalam waktu dekat ini akan menyurati DPRD meranti untuk melakukan hering dan menyurati pihak dinas terkait untuk melakukan evaluasi kembali serta menindak tegas pekerjaan yang tidak sesuai speksipikasi teknis (Speek) untuk dibongkar dan diperbaiki karena hal itu akan berdampak buruk dan merugikan bagi masyarakat,” keluh sumber

Dari pantauan media ini dilokasi proyek tersebut Minggu 06/12/2020 lalu terlihat masih dikerjakan oleh kontraktor.Akan tetapi, pekerjaan proyek itu dikerjakan disinyalir kuat banyak ditemukan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) seperti instalasi listrik tidak standar PLN kabil yang dipergunakan seadanya, kemudian pada coran beton lantai kerja K-225 diduga ketebalan hanya 2 atau 3 mm, sedangkan sesuai ketentuan 5 mm parahnya lagi ada yang tidak di cor melainkan hanya mengunakan pasir urung lalu dipasang granit begitu juga coran beton tulang sloopt mengunakan besi polos sesuai rab seharusnya mengunakan besi ulir.

Salah seorang perkerja pemasangan intilasi listrik yang tidak mau menyebut namanya saat dijumpai media ini dilokasi juga merasa heran dan berkeyakinan bangunan tersebut tidak akan bertahan lama.

“Mau bagai mana lagi, kami hanya perkerja intilasi dan hanya kabil seperti itu yang dikasi pihak perusahaan, kami sempat meminta kabil yang agak bagus tapi tidak ditanggapi dan kami malas berulang kali memintanya jadi kabil yang ada saja kami pasang,” ujarnya kepada media ini.

Sementara itu, saat dikonfirmasi media Selasa (15/12/2020) siang, Pejabat Pelaksanan Teknis Kerja ( PPTK ) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Zulham menjelaskan bahwa hal itu sudah bagus dan perkerjaan sudah mau selesai.

“Itu sudah bagus dan perkerjaan sudah mau siap lagi memang perkerjaannya ada CCO untuk lebih jelasnya coba tanya sama konsultanya pengawas karena mereka yang lebih tau itu,”kata Zulham.

Sementara itu pihak rekanan PT KALBER REKSA ABADI sampian saat ini belum bisa diminta keterangan hingga berita ini diterbitkan.(tmy)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau
Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Berita Terbaru