Diduga Ada Pemainan: Diklat BST Di Meranti Di Ikuti Sejumlah Perserta Tidak Mengikuti SOP

- Jurnalis

Rabu, 1 Mei 2019 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,MerantiDiindikasi Ada Permainan dan Dan tidak Sesuai Prosedur SOP Kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat tahun 2019 yang ditaja Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta bekerja sama dengan KSOP Selatpanjang dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti yang berlangsung Di Lapangan Futsal Afifa Jalan Banglas Kabupaten Meranti. Jum’at 01/05/2019.

Dari informasi dan Investigasi Media ini dilapangan terlihat Ratusan Masyarakat kabupaten Meranti dari berbagai daerah sedang mengikuti Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019 tanpa dipungut biaya, Tapi kegiatan dengan jumlah peserta yang telah dibatasi tersebut terindikasi adanya permainan oleh beberapa Oknum Instansi, hingga Hal ini menjadi bola panas dan saling lempar.

Seperti diketahui Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat tersebut Dimulai pada tanggal 24/04/2019 itu diikuti oleh masyarakat yang Mendaftar sesuai Prosedur SOP, mulai dari Seleksi Pemberkasan, Cek Kesehatan, Praktek Pemadam Kebakaran, Praktek Renang dan lain lain. Itu bertujuan untuk mendapatkan Sertifikat Pelayaran. Namun yang menjadi Bomerang saat ini, setelah beberapa hari Program itu Digelar diduga Panitia Penyelenggara Dinas Terkait dan KSOP Selatpanjang menambah kan Peserta Baru tanpa mengikuti SOP, seperti Pemberkasan, Cek Kesehatan, Dan Lain-Lain, peserta baru diindikasi Hanya untuk mendapatkan Sertifikat Pelayaran saja.

Salah satu panitia lapangan dari Dishub bernama Al dikonfirmasi melalui ini via telfon membenarkan bahwa ada penambahan perserta baru tanpa mengikuti SOP pendidikan BST tersebut untuk mengisi atau melengkapi yang kosong.

“Memang benar, itu tidak salah ada perserta yang mengisi kota yang kosong dan sayang kota yang mengangur tidak di isi,”Sebutnya kepada awak media ini Rabu 30/04/2019 sore.

Saat disingung mengenai formuler ia menegaskan, perserta baru tersebut bukan berasalkan dari kelebihan formuler melainkan kelebihan pendaftaran.

“Bukan perserta dari formuler yang berlebih, tapi perserta pendaftaran berlebih yang masuk dalam daftar tunggu yang kita pangil, dan kalau apa-apa hal hubungi saja kabid saya,” bebernya dengan tegas.

Terkait hal itu salah satu Tim Pengajar bernama Zhulu Alfa Kuluidia ilias Maszuki saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa perserta wajib memenuhi SOP dan untuk itu tim andmintrasi itu ada di Dishub dan KSOP.

“Sebelum kekita perserta harus terpenuhi SOP karena ada efaluasi dan perserta yang mengikuti diklat ini cek pemberkasan terlebih dahulu dan perserta wajib disiplin karena bicaranya mengenai tentang keselamatan. Artinya perserta yang tidak mengikuti SOP secara otomatis perserta tidak memdapat atau memegang Serterfikat keselamatan,” Ujuar Zhulu Alfa saat dijumpai dilapangan Futsal Afifa Rabu Pagi 01/05/2019.

Untuk pendaftaran perserta sesuai dengan permintaan pemda, pada gelombang pertama perserta yang ikut diklat sebanyak 700 perserta untuk kota pada tahun 2019 sebanyak 13ribu perserta untuk seluruh indonesia.

“Sebelum kekita, SOP harus terpenuhi karena ada evaluasi dan perserta yang mengikuti diklat ini cek pemberkasan terlebih dahulu dan perserta wajib dusiplin karena bicaranya mengenai tentang keselamatan. Artinya perserta yang tidak mengikuti SOP secara otomatis perserta tidak memdapat atau memegang Serterfikat keselamatan,” Jelasnya.

Anehnya ditempat terpisah Saiful kabid Kabid Dinas Perhubungan Kabupaten Meranti saat di hubungi Via Telpon, Kamis 01/05/2019 mengakui tidak mengetahui hal tersebut, dan mengarahkan ke Kadis Perhubungan dan KSOP Selatpanjang atau Sekretariat yang ada di Afifa.

“Kalo untuk masalah itu, agar lebih jelas tanya langsung kepada Kadis Perhubungan, Atau KSOP Selatpanjang, atau tanya di bagian sekretariat penerima Pendaftaran yang Stand by Di Afifa. Saya tidak mengetahui hal tersebut.” Ujar Saiful saat Dihubungi Via Telpon Rabu 01/05/2019.

Terkait kejadian yang terindikasi tidak tranfaran serta diduga kuat Peserta Sisipan Hanya untuk mendapatkan Sertifikat Pelayaran, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti Dr. Aready berulangkali dihubungi tidak menjawab telfon. hingga berita ini Diterbitkan. (Rls/Drm/Tim).

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Turnamen Bola Volly Kampung Tangguh Anti Narkoba Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Banglas Barat
42 Tim Berlaga, Kapolres Cup Mobile Legends Resmi Dibuka Polres Kep. Meranti
KLM Setia Bersama Karam di Perairan Selat Ringgit, Nahkoda dan ABK Selamat
Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Hadirikan Sumur Bor Prioritas Air Bersih Selatpanjang Timur
Wabup Muzamil Minta ASN dan Perangkat Desa Jaga Netralitas di Pilkades 2026
AS Dilaporkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel, Cari Pengganti Netanyahu
Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Muzamil Ajak Masyarakat Hijrah Menuju Meranti Unggul dan Agamis
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Pasca serangan Israel ke Lebanon

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:38 WIB

Turnamen Bola Volly Kampung Tangguh Anti Narkoba Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Banglas Barat

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:34 WIB

42 Tim Berlaga, Kapolres Cup Mobile Legends Resmi Dibuka Polres Kep. Meranti

Senin, 22 Juni 2026 - 18:24 WIB

KLM Setia Bersama Karam di Perairan Selat Ringgit, Nahkoda dan ABK Selamat

Senin, 22 Juni 2026 - 18:09 WIB

Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Hadirikan Sumur Bor Prioritas Air Bersih Selatpanjang Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 12:39 WIB

Wabup Muzamil Minta ASN dan Perangkat Desa Jaga Netralitas di Pilkades 2026

Berita Terbaru