class="wp-singular post-template-default single single-post postid-19582 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Karimun / Kepri / Pendidikan

Kamis, 16 Agustus 2018 - 13:18 WIB

Gunakan Kacamata Politik untuk Memahami dan Menanggapi Isu Politik

Ketika Joko Widodo mengumumkan KH Ma’aruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden yang akan mendampinginya pada Pemilu Tahun 2019 yang akan datang, publik kaget luar biasa dan pro-kontra pun bermunculan di mana-mana.

Opini publik pun berseliweran dengan sangat esktrim. Opini yang berkembang tidak saja melalui berbagai media, tetapi perbincangan di tengah-tengah masyarakat menjadi sangat dinamis untuk menyatakan ketidaksetujuan mereka maupun dukungan terhadap pilihan Jokowi bagi Ma’aruf Amin.

Barangkali saya termasuk yang selalu menggoda teman-teman ngobrol untuk tidak terjebak pada dikhotomi Setuju atau Tidak Setuju atas pilihan Jokowi pada KH Maaruf Amin itu. Sebab yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, pada umumnya menggunakan “kacamata” yang berbeda-beda untuk melihat dan memahami serta meresponi keputusan yang diambil oleh Jokowi tentang calon wakil presidennya.

Baca Juga :  "Tragedi" Mahfud MD Bisa Jadi Awal Kejatuhan Jokowi dan Kemunduran PBNU

Bayangkan, ada seseorang yang menggunakan kacamata agama untuk melihat peristiwa politik, atau menggunakan kacamata ekonomi menanggapi kejadian politik, atau menggunakan kacamata social tentang keputusan politik yang diambil oleh Jokowi. Akibatnya ya tidak ada titik temunya, dan pasti yang muncul adalah kekecewaan si pemakai kacamata itu.

Baca Juga :  "Tragedi" Mahfud MD Bisa Jadi Awal Kejatuhan Jokowi dan Kemunduran PBNU

Yang benar adalah gunakan kacamata yang benar dan tepat untuk memahami sebuah kejadian, peristiwa dan situasi yang dihadapi agar sikap dan perilaku tanggapan yang diambil tidak salah dan keliru.

Akibat salah menggunakan kacamata dalam menaggapi sebuah peristiwa akan menyebabkan kekacauan dalam komunikasi di tengah-tengah masyarakat dan pada akhirnya akan sangat potensial menyebabkan ketegangan dan  konflik yang menyebabkan setiap orang berhadap-hadapan untuk menunjukkan diri sebagai yang paling benar dan yang lain salah.***

 

 

 

 

Penulis: Yupiter Gulo

Share :

Baca Juga

Batam

Takjil On The Road, Kolaborasi Paguyuban PC Pujakesuma dan DPC LMB Sekupang

Batam

Polresta Barelang Tangkap 4 Pelaku TPPO di Lombok Tengah

Featured

Buwas: Informasi Awal Sabu Seberat 3 Ton

Featured

Perompakan TB Mitra Samudra 28 di Selat Durian,Dua Jari Tangan Juru Mudi Kapal Putus

Featured

Sambut HUT ke 75, Polwan Polres Siak Gelar Bhakti Donor Darah

Featured

Catatan Sejarah Pulau Penyengat Tanjungpinang

Featured

AMMPL Menyayangkan Adanya Perusahaan Di Majapahit Baru Akan Mengurus Izin Pembangunan Sudah Berjalan & Menembok Sampai Pinggir DAS

Gaya Hidup

Kabag Ops Polres Karimun Jalin Silaturahmi Dengan Pimpinan Parpol DPC Partai Gerindra
error: Content is protected !!