Liputankepri.com,Meranti- Petugas medis yang menjadi garda terdepan berugas memeriksa dan memantau penumpang dipelabuhan Kecamatan Rangsang menjadi sasaran kemarahan oknum anggota Dewan. Hal itu terjadi ketika permintaan Oknum anggota dewan kepada petuga medis dipelabuhan tidak dituruti sehingga ia emosi dan membentak petugas tersebut.
Kejadian yang disayangkan ini terjadi pagi tadi sekitar pukul 8.30 Wib dipelabuhan penumpang Tanjung Samak, Kabupaten Kepulauan Meranti. Menurut pengakuan Salah satu Tim Medis tersebut Drg Midah menjelaskan, disaat itu ia dan bersama dua rekan medis lainya sedang bertugas dipelabuhan untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan penumpang terkait pencegahan Covid-19.
“Disaat kami lagi bertugas, ia (red) mendatangi kami dan meminta masker, lalu kami memberi penjelasan bahwa kami tidak ada, hanya membawa 3 saja untuk kami petugas medis disini,”
Ditambahnya lagi,” masker itupun adanya di puskesmas, kami hanya membawa sesuai kebutuhan kami saja dan ia tidak terima dan terus bertanya kenapa tidak dibawa lebih kepelabuhan, kami memberibalasan bahwa kami hanya membawa 3 saja karena keterbatasan persediaan itupun tidak banyak hanya untuk petugas medis dan orang sakit,” jelasnya
Sambunya lagi”Tidak terima dengan penjelasan itu, ia mulai emosi dan membentak-bentak kami didepan masyarakat dan penumpang yang ada disekitar lokasi,”ungkap Midah.
Sikap Oknum anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi partai PDI itu sangat disayangkan,ditengah-tengah kondisi keresahan dalam menangani pencegahan wabah virus Covid-19 saat ini masker susah didapatkan, dan juga terbatas sehingga masker untuk bagi orang yang sakit dan tim medis yang bersentuhan lasung dalam mencegah virus Covid-19 yang mematikan itu.
Sementara itu, Oknum anggota DPRD Kepulauan Meranti yang diketahui bernama Bobi Hariandi ketika ditemui sejumlah wartawan di gedung DPRD Kepulauan Meranti, Senin 30/03/2020, mengakui jika dirinya sempat meminta masker kepada petugas medis, namun tidak sampai marah dan membentak seperti yang diutarakan oleh petugas medis.
“Waktu di pelabuhan saya bertanya kepada petugas apakah ada masker. Lalu dijawab jika masker ada di Puskesmas, lalu saya tanyakan lagi kalau memang ada kenapa tidak diletakkan di pelabuhan saja biar masyarakat bisa menggunakannya. Namun ketika saya tanyakan dia tidak begitu respon namun sibuk mengetik di handphone-nya. Saya pun tidak tahu jika dia petugas kesehatan karena mukanya tertutup masker,” kata Boby.
Sambil berlalu pergi, Boby mengaku sempat mengambil foto petugas tersebut dengan smartphone-nya, tidak sampai disitu Bobi Hariandi juga mengakui bawa saat ini dirinya susah mendapatkan masker, perlengkapan medis dalam menangani pencegahan Covid-19 tidak memadai dan ia juga mengakui kalau masker diperuntukan bagi orang yang sakit maupun tim medis.
“Saya akui saya ada ambil fotonya namun tidak ada maksud lain, hanya ingin memastikan saja jika dia petugas. Saya Pastikan tidak ada indikasi lain, saya juga tidak dendam dan tidak memperpanjang masalah ini. Kalau dia salah saya maafkan, dan jika saya salah, saya yang minta maaf,” pungkas Boby.(tm)










