llputankepri.com, Karimun – Keprihatinan elemen masyarakat di Kabupaten Karimun terkait pernyataan dari Yayasan Sado, tentang ditemukannya puluhan pelajar SMP yang positif menggunakan narkoba mulai bermunculan.

Salah satunya keprihatinan yang disampaikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Karimun, dengan menggelar aksi di Kantor Bupati Karimun, Rabu (20/9/2017). Dalam aksi tersebut mereka menyatakan Karimun Darurat Narkoba.
“Kita turut prihatin Dengan kondisi saat ini, kita kaget begitu melihat pemberitaan di beberapa media online, yang menyebutkan pelajar SMP 50% terindikasi positif menggunakan narkoba,” kata koordinator aksi, Suharno.
Dirinya menjelaskan, dengan bermodalkan data dari beberapa media online yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Karimun, bergerak menghimpun mahasiswa menggelar aksi damai mengungkapkan keprihatinan atas masalah tersebut dan menuntut Pemerintah Kabupaten Karimun dapat segera menangani kasus ini.
“Kami berharap, dengan adanya aksi kawan-kawan kali ini bisa membuahkan hasil, dengan meminta Pemerintah harus lebih memperhatikan secara bersama dan tidak berkesan tutup mata akan permasalahan ini,” jelas Suharno, yang merupakan Ketua PMII Karimun ini.
Dalam aksi damai ini, PMII menyampaikan 3 tuntutan yang harus dipenuhi atau didengar oleh Pemerintahan Kabupaten Karimun maupun instansi terkait agar segera melakukan tindakan tegas. Adapun tuntutan mereka adalah;
1. Pihak pemerintah Harus Berkoordinasi Dengan Pihak BNNK terkait Narkoba
2. Meminta pihak kepolisian Harus mengawasi jam operasional hiburan malam.
3. Agar memperketat penjagaan di setiap pelabuhan tikus yang ada di Karimun ini.
Aksi yang dilaksanakan sekitar 45 menit tersebut langsung mendapat respon dari Pemerintah. Para mahasiswa dipersilahkan menyampaikan tuntutannya di ruangan rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati, dengan di temui Asisten I, M Tang.
“Kami apresiasi adek adek dari mahasiswa karena sudah ikut partisipasi, memperhatikan masalah Narkoba yang sangat serius di Karimun yang menurut pemberitaan melibatkan pelajar di Karimun,” kata M Tang
M Tang menjelaskan, meskipun tuntutan para mahasiswa tidak langsung di penuhi, namun tuntutan para mahasiswa ini akan segera disampaikan kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq, yang sedang berada di luar kota
“Semua Aspirasi adek-adek akan kita tampung dan akan kita tindak lanjuti. Namun untuk beberapa poin yang belum bisa kami putuskan, karena kami harus menunggu pimpinan kami yang sedang tidak di tempat. Untuk itu sabarlah dahulu, mari kita sama-sama berusaha untuk menyelesaikan permasalahan ini,” jelas M Tang.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Yayasan Sado, terkait berita yang telah tersebar di beberapa media online.
“Kami selaku Dinas Pendidikan, tidak akan tinggal diam terkait informasi yang beredar di media online, kami juga lagi menyelidiki kebenaran fakta terkait informasi ini,” ucap Hasyim.
Hasyim meminta kepada semua pihak untuk bersinergi memerangi narkoba yang lagi maraknya di Karimun ini, dirinya juga berterimakasih kepada para mahasiswa yang peduli terhadap maraknya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Karimun.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Polres Karimun, Dinas Kesehatan, Satpol PP serta Kesbang. (lk2)









