Lagi, Pantai Wisata Lagoi Tercemar Limbah Minyak Hitam

- Jurnalis

Rabu, 25 Desember 2019 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bintan – Kasus pencemaran limbah minyak di perairan Bintan dan Batam, Kepulauan Riau terus menjadi sorotan. Sebab, pencemaran ini terjadi tidak hanya sekali atau dua kali saja, melainkan menjadi ajang musiman pada kurun waktu tertentu.

Kepala Kepolisian Resor Bintan, Kepulauan Riau, AKBP Boy Herlambang menyatakan limbah minyak hitam yang mengotori pantai di kawasan wisata daerah tersebut berasal dari kapal-kapal asing yang labuh jangkar di Perairan ‘Out Port Limited’ (OPL).

“Limbah itu bukan berasal dari kapal-kapal di perairan Indonesia, melainkan di-OPL, perairan perbatasan Kepri dengan Singapura dan Malaysia,” kata Boy di Bintan, Senin.

Ia mengatakan tim dari Polres Bintan sudah melakukan penyelidikan dalam menangani kasus itu. Proses penyelidikan juga melibatkan berbagai pihak dari institusi pemerintahan.

Pihak kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup Bintan dan Kepri sudah meninjau sejumlah pantai yang tercemar limbah minyak hitam, seperti kawasan wisata berskala internasional, Lagoi.

“Kami sudah memantau aktivitas kapal asing di Perairan OPL melalui Satelit Citra,” ujarnya.

Kapal-kapal asing yang labuh jangkar di Perairan OPL melakukan pencucian banker minyak dan limbahnya dibuang ke laut.

Saat musim angin utara, limbah minyak hitam dari kapal itu dibawa arus ke Bintan. “Kami sudah laporkan kasus ini kepada Polda Kepri. Tentu ini sampai ke Mabes Polri,” tegasnya.

Boy mengatakan limbah minyak hitam yang mencemari perairan Bintan saat musim angin utara merupakan “penyakit” tahunan, seperti yang terjadi sekarang. Penindakan sulit dilakukan lantaran aktivitas pembuangan limbah dilakukan di perairan internasional.

“Kami tidak dapat melakukan penindakan di perairan internasional, seperti OPL,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan pencemaran limbah di sejumlah pantai yang merupakan kawasan pariwisata merugikan pengusaha dan pemerintah.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat segera menangani permasalahan ini secara serius.

“Sudah banyak wisman yang komplain karena terinjak limbah itu, sulit dihilangkan,” katanya.*

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Kepri Amankan Kurir Narkoba Jaringan Internasional di Pulau Buru, Karimun
Bhabinkamtibmas Desa Pongkar Evakuasi Dua Nelayan Hilang di Perairan Tokong Hiu
Polres Karimun Amankan Car Free Day, Lalu Lintas Tertib dan Kondusif
Satpolairud Polres Karimun Gagalkan Pengiriman 9,5 Ton Timah Ilegal di Karimun, Dua Tersangka Diamankan
Curiga Isteri Hilang, Seorang IRT Ditemukan Meninggal Dalam Tangki Air
Imigrasi Gerebek Sindikat Scam Investasi di Batam, 210 WNA Diamankan
Polisi Amankan 100 Ton Arang Ilegal Siap Ekspor ke Malaysia
Kapolres Karimun Cek Pos Satkamling, Serapan Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:41 WIB

Polda Kepri Amankan Kurir Narkoba Jaringan Internasional di Pulau Buru, Karimun

Senin, 11 Mei 2026 - 13:34 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Pongkar Evakuasi Dua Nelayan Hilang di Perairan Tokong Hiu

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:46 WIB

Polres Karimun Amankan Car Free Day, Lalu Lintas Tertib dan Kondusif

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:01 WIB

Satpolairud Polres Karimun Gagalkan Pengiriman 9,5 Ton Timah Ilegal di Karimun, Dua Tersangka Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:10 WIB

Curiga Isteri Hilang, Seorang IRT Ditemukan Meninggal Dalam Tangki Air

Berita Terbaru