Mahmuzin Tahir: Saya Bayangkan Betapa Beratnya Kerja Buat Perubahan Meranti Kedepan

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2020 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Meranti- Dinamika politik jelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Kepulauan Meranti memunculkan berbagai opini di tengah masyarakat dan media sosial. Banyak statemen mencuat sesuai kadar wawasan bahkan tendensi kepentingan politik masing-masing.

Mahmuzin Taher, salah satu bakal calon kontestan pada Pilkada Kabupaten Kepulauan Meranti memandang hal itu sebagai hal yang lumrah. Namun menurutnya opini yang muncul hendaknya dapat mengedukasi masyarakat kepada nilai-nilai positif berpolitik.

“Terus terang sampai hari ini belum ade terbayangkan, ape enaknye jadi bupati, setelah saye bandingkan dengan kondisi dan rutinitas saye di luar sini (di luar daerah). Tapi sudah bisa saye bayangkan betapa beratnya kerja buat Meranti ke depan, dengan segala risiko yang selalu mengintip dari segala sisi. Apalagi dengan tekad bulat kita membuat perubahan dengan melompat pagar. Jadi niat kite hanye untuk bangun kampung, tak ada lain,” ujar Mahmuzin Taher, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Bang Muzin atau MT ini menyadari, untuk mengajak masyarakat Kepulauan Meranti menjadi sejahtera bukanlah perkara mudah. Diperlukan perubahan pola pikir atau mindset sehingga bisa bahu-membahu menuju perubahan ke arah yang baik.

“Untuk mengubah mindset itu masyarakat kite memerlukan pembuktian dan saye sedang dalam proses pembuktian itu. Kalau yang sudah lebih dahulu apekah sudah memberikan pembuktian, itu hak masyarakat menilainye,” kata Mahmuzin Taher.

Buat seluruh sahabat atau masyarakat yang menginginkan perubahan, Bang Muzin mengaku sengaja tidak membentuk tim dengan nama tim sukses.

“Ini adalah bentuk perubahan dari cara kita berpikir. Saya akan namakan sebagai sahabat, karena tim sukses hanya berlaku setelah calon yang didukung sukses dan cenderung memiliki tendensius terhadap kesuksesan tersebut. Tidak ada kata bekas untuk sahabat dan sukses bukan hanya milik bacalon, sehingga hubungan bisa kerkesinambungan,” jelasnya.

Kemudian sahabat bukan berarti hanya yang ikut bergerak dan yang ada di WA grup dan sebagainya.

“Namun semua masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti adalah sahabat, tua muda dan dari segala kalangan tidak membedakan suku dan agama tentunya,” pungkasnya. (Rls/tmy)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau
Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Berita Terbaru