Nelayan Resah, Ratusan Kayu Akasia Diduga Milik PT RAPP Berserakan Hanyut di Perairan Meranti

- Jurnalis

Minggu, 21 Maret 2021 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Meranti- Para nelayan di Desa Tanjung Kulim, Desa Mengkikip dan sekitarnya diresahkan akibat banyak kayu hanyut berserakan di pantai maupun di perairan laut di Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Informasi yang dihimpun media ini, kayu-kayu yang hanyut mengapung diperairan desa tersebut berupa kayu akasia olahan diduga berasal dari milik PT RAPP yang beroprasi dan beraktivitas di sekitar wilayah perairan tersebut sehingga dampaknya fatal dan dapat mengganggu masyarakat yang mencari nafkah hidup sehari hari berkerja nelayan.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Jefrizal mengatakan, atas pemberitauhan para nelayan yang berada dilapangan saat itu,Sabtu 20/03/2021, lebih dari ratusan batang kayu jenis akasia berserakan hanyut di pinggir pantai maupun di perairan laut mulai dari pengaram hingga di Desa Mengkikip dan sekitarnya, yang mengakibatkan para nelayan merasa resah dan susah serta terganggu mau menjaring atau menangkap ikan. 

“Informasinya kebanyakan kayu yang berserakan kayu akasia yang diduga berasal dari kapal tongkang angkutan kayu akasia yang berjatuhan saat beraktivitas di wilayah itu, dan disana juga dapat kita lihat ada lebih kurang 10 buah kapal tongkang bermuatan penuh kayu akasia yang diduga milik PT RAPP bersandar disepanjang perairan didesa mengkikip,” kata jefrizal kepada media ini,Minggu 21/3/2021.

Lanjutnya atas hal itu ,”Saya sanggat berharap kepada pihak perusahaan untuk mengambil sikap dan mengatasi ini dan sedikit untuk mengerti penderitaan kesusahan masyarakat khususnya para nelayan yang bergantung hidup di wilayah perairan ini yang di rugikan. dan jangan menunjukan seolah olah perusahan ini kebal hukum. Dan kita juga minta kepada KSOP diwilayah bersangkutan untuk bertindak,” tuturnya.

“Operasi Perusahaan RAPP membawa kayu itu jangan terkesan, masyarakat meranti hanya menjadi korban ketidak nyamanan mencari nafkah melalui profesi nelayan, sedang pengolahan dan Produksinya di wilayah yang beda yang akhir daerah meranti tidak dapat apa-apa selain dari hanya jalur lintasan perairan dan tumpukan tumpahan kayu,” ujarnya. 

“Kita minta kepada PT RAPP perhatikan nasip nelayan dan jangan mau untung sendiri yang akhirnya masyarakat berdampak buruk dalam mencari nafkah, Itu banyak jaring nelayan robek-robek harus diselesaikan dan jangan hanya Flow up dari atas saja tanpa turun ke lapangan atas persoalan yang terjadi,” tegas putra asal meranti itu. 

Dengan momen ini ia juga meminta PT RAPP selesaikan ganti rugi lahan masyarakat yang berada di Meranti terkhusus desa Lukit pulau padang dan daerah tasik putri puyu, yang sampai hari ini tidak pernah selesai, serta banyak kebun-kebun masyarakat juga digarap dengan cara beransur-ansur untuk memperluas lahannya. Kemudian masalah lapangan pekerjaan anak daerah. Itu sejak didirikan sampai sekarang masih di dominasi tenaga luar dan tidak jelas persentase masyarakat pribumi mendapatkan pekerjaan diperusahaan itu,tutupnya.

Kepala kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti dikonfirmasi media ini, Sabtu 20/03/2021 melalui Kasi Keselamatan Pelayaran, Sugarto, S.Sos terkait izin Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Port Clearance kapal tongkang atau ponton bermuatan kayu yang bersandar diwilayah perairan di meranti itu menegaskan bahwa pihaknya tidak ada menerima pemberitahuan dan tidak ada menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar Port Clearance diwilayah tersebut.

“Untuk KSOP Meranti tidak ada menerima pemberitahuan dan tidak ada mengeluarkan SPB Port Clearance disana, terimakasih atas informasinya dan nanti kita coba pantau,” Kata 

Sementara itu menyangkut hal tersebut sayangnya pihak PT RAPP belum bisa diminta keterangan hingga berita ini diterbitkan.(tm).

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau
Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Berita Terbaru