liputankepri.com, KARIMUN – Keseriusan Pemerintah Kabupaten untuk mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) di Karimun sudah mulai terlihat. Terbukti dengan dilakukannya pembahasan antara Pemkab Karimun dengan unsur terkait di rumah dinas Bupati Karimun, Selasa (5/9/2017) pagi.

Petemuan tertutup yang dipimpin langsung Bupati Karimun, Aunur Rafiq, membahas beberapa hal dan tugas masing-masing unsur dalam rangka pembangunan BLK. Karena biaya yang butuhkan untuk mendirikan BLK sangat besar yakni Rp 47 Miliar, diluar peralatan dan infrastruktur lainnya
Hal ini di sampaikan langsung oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq, kepada wartawan usai menggelar pertemuan tertutup. Dirinya menjelaskan, bahwa pertemuan kali ini merupakan salah satu gar pelaksanaanya nanti akan lebih baik.
“Anggaran yang dibutuhan untuk memdirikan BLK sangat besar, yaitu sebesar Rp 47 Miliar, diluar peralatan dan infrastruktur lain. Makanya kita perlu kajian yang matang dan harus duduk bersama. Sehingga nanti akan ketemu yang mana jadi tugas kita masing-masing. Apakah dari Pusat melalui Kementerian, Provinsi dan Kabupaten Karimun sendiri,” kata Rafiq
Rafiq juga menjelaskan, saat ini masih dilakukan studi kelayakan yang dilaksanakan oleh jasa konsultan CV Karsindo dari Pekanbaru, Riau.
“Saat ini masih dilakukan studi kelayakan oleh jasa konsultan dàri Pekanbaru, diagendakan berakhir pada 8 September besok. Hasilnya nanti sudah dapat diketahui di Dinas Tenagakerja Kabupaten Karimun,” jelasnya.
Masih menurut Rafiq, setelah selesai studi kelayakan selanjutnya akan dibuat DED-nya, kemudian dibiacarakan tentang proses pembangunan apakah dana dari kementerian ataukah dari Provinsi. Dirinya juga merencanakan menghadap Gubernur Kepri untuk membicarakan masalah BLK ini.
“Lokasinya sudah ditetapkan di Desa Pongkar Kecamatan Tebing. Kalaupuan harus dibangun, maka jadikanlah BLK ini sebagai BLK tingkat Provinsi Kepri, kita siapkan lokasinya di Karimun. Kita punya lahan dan kita akan siapkan infrastruktur. Tapi ini belum final, tunggu setelah selesai studi kelayakannya,” ucap Rafiq lagi.
Menanggapi rencana Pemerintah Kabupaten Karimun akan mendirikan BLK, Ketua Umum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Karimun, Muhamad Fajar, sangat menyambut baik rencana dalam rangka merealisasikan usulan dari serikat pekerja yang sudah lama disampaikan ini.
Namun dirinya mengkhawatirkan Pemkab Karimun tidak mampu memgerjakannya, pasalnya anggaran yang diperlukan untuk pembangunan BLK ini sangat besar.
“Dengan anggaran yang sangat besar ini muncul kekhawatiran itu. Tapi mudah-mudahan tidak ada kendala,” kata Fajar.(cp)








