Pihak PT RAPP Beri Penjelasan, Terkait Kayu Akasia Berserakan di Perairan Mengkikip Meresahkan Nelayan

- Jurnalis

Senin, 22 Maret 2021 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com Meranti- Pihak PT RAPP memberikan penjelasan sesuai versinya, terkait ratusan batang kayu akasia yang berserakan diperairan Desa Tanjung Kulim, Desa Mengkikip dan sekitarnya yang meresahkan para nelayan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kayu-kayu tersebut berupa kayu akasia olahan diduga berasal dari milik PT RAPP yang beroprasi dan beraktivitas di sekitar wilayah perairan tersebut sehingga mengganggu masyarakat yang mencari nafkah hidup sehari hari berkerja nelayan diwilahan tersebut,Senin 22/03/2021.

Corporate Communications Manager PT RAPP Budhi Firmansyah melalui Humas, ketika dikonfirmasi media ini Minggu 21/03/2021 melalui pesan WhatsApp peribadinya mengatakan, sudah melakuan tindakan dengan mengumpul kayu-kayu tersebut dan melakukan kegiatan akutan kayu dilokasi oleh pendor atau kontraktor.

Dalam aktifitas operasional di pelabuhan, PT RAPP selalu berpedoman pada prosedur operasional standar atau Standard Operational Procedure (SOP) yang ditetapkan dan telah disosialisasikan kepada seluruh kontraktor mitra kerja perusahaan yang melaksanakan proses pengangkutan kayu di pelabuhan dan diatur sedemikian rupa dengan selalu mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja.

Di area jety/ pelabuhan juga telah dilengkapi dengan jaring pengaman (skimmer net) untuk mencegah kayu yang tumpah ke perairan. Selain itu, juga ada tim khusus ditugaskan untuk menyisir dan mengejar kayu yang terbawa arus.

Proses ini dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan aktifitas pemuatan kayu ke pelabuhan berjalan dengan lancar. Bahkan perusahaan meminta setiap kontraktor pengangkutan kayu agar selalu mematuhi SOP yang telah ditetapkan dan akan diberi tindakan tegas jika ada yang melanggar.

Disinggung terkait izin Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Port Clearance kapal tongkang atau ponton bermuatan kayu yang bersandar diwilayah perairan di meranti itu pihaknya belum bisa memberi keterangan karena saat ini pihaknya lagi pokus terkait masalah kayu yang hanyut diperairan itu.

Atas penjelasan oleh menejer PT RAPP tersebut kembali mendapat tanggapan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) organisasi kebudayaan dan kepemudaan Provinsi Riau yaitu Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Jefrizal, menuturkan jikalau kayu yang hanyut itu masih ada meski menjelang masuk sudah tiga hari dan tidak terlihat aktifitas penyisiran itu oleh pihak terkait.

“Masalah para nelayan yang terganggu aktifitasnya seharusnya paling tidak pihak terkait melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada para nelayan itu serta meminta maaf, agar kedepannya, dugaan yang kami anggap sebuah kecerobohan ini tidak lagi terjadi dan masyarakat merasa puas pendekatan dan permintaan maaf itu,”kata Jefrizal kepada media ini Minggu 21/03/2021.

Kemudian ia juga mengatakan, berangkat dari persoalan lahan masyarakat pulau padang dimana setiap penggunaan oleh alat berat yang selalu ikut menggarap lahan masyarakat serta ganti rugi itu segera diselesaikan. Agar tidak perlu ada lagi konflik kedepannya yang sama tidak kita inginkan antara masyarakat dengan perusahaan tersebut,”ujarnya.

Kemudian persoalan lapangan pekerjaan yang 65 % paling tidak harus diisi oleh warga tempatan serta menjalankan CSR mesti benar-benar serius dan tidak pula masih diduga main mata yang akhirnya, terkesan sesuka pihak terkait. Tutup Jefrizal selaku Ketum DPP LM2R itu.(tm)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau
Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Berita Terbaru