class="wp-singular post-template-default single single-post postid-2165 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Nasional

Rabu, 19 Oktober 2016 - 23:15 WIB

Pilkada Serentak 2017 Mendatang Dibuktikan dengan e-KTP

liputankepri.com,JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyebutkan bahwa kebijakan tunggal untuk pemilih di pilkada serentak adalah bagi pemilik KTP elektronik (e-KTP). Kebijakan itu berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016. Hal ini diungkapkan Kepala Biro Hukum KPU, Nur Safitri, bahwa pemilih pada pilkada mendatang berdasarkan identitas tunggal, yakni e-KPK.
“Di dalam Undang-undang disebutkan satu kebijakan tunggal untuk pemilih yang didasarkan kepada identitas yang tunggal, yaitu penggunaan e-KTP.

Sehingga pada pemilihan 2017 yang namanya pemilih dibuktikan datanya dengan KTP elektronik,” kata Nur Sarifah di Jakarta, Rabu (19/10/16).
Walaupun disadari katanya, masih banyak pemilih atau penduduk yang belum terekam dalam proses KTP elektronik ini, maka diberi kesempatan menggunakan surat keterangan Disdukcapil.
“Andai data e-KTP belum terekam, masih dapat mengunakan surat keterangan Dukcapil yang menyatakan bahwa proses perekaman sedang dilaksanakan sehingga bukti fisiknya belum dimiliki,” jelasnya.
Namun, apabila belum terdaftar karena proses pemutakhiran data pemilih sedang dalam penyusunan DPS, lanjutnys, maka nantinya akan diseminasikan kepada masyarakat untuk melihat apakah para penduduk warga negara Indonesia yang sudah memenuhi kategori sebagai pemilih yang berusia 17 tahun ke atas atau pernah menikah sudah terdata atau belum.
“Kalau ternyata belum ada maka dapat menyampaikan kepada penyelenggara yakni KPU tingkat kabupaten/kota untuk dijajarannya yakni PPDP untuk melaporkan namanya belum terdata. Jadi kesempatannya masih ada,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pilkada 2017 berbeda dengan pilkada 2015 soal pemilih yang dimana pemilih ada beberapa kategori. Pertama, yang sudah terdaftar di DPT, setelah DPT ditetapkan masih ada satu pemuktahiran lagi yang namanya daftar pemilih khusus tambahan pertama.
“Pada hari H, DPT khusus tambahan kedua atau pemilih yang belum terdata di DPT atau DPT pertama bisa datang ke PPS dengan membawa KTP untuk menggunakan haknya. Di 2017 tidak adalagi DPT Khusus tambahan pertama. Setelah DPT ini kemudian tidak ada lagi proses pemutakhiran. Bagi yang terdata maka dapat menggunakan haknya pada hari pemungutan suara,” jelasnya.***(jor)

Sumber : riauterkini.com

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolres Siak: Operasi Yustisi ini kita gelar berskala besar

Karimun

Kasus HIV/AIDS di Karimun Mengalami Penurunan

Ekonomi

BC Kepri Amankan Tugboat saat Transfer 20 Ton Solar Ilegal

Berita

Wakapolda Riau Pimpin Konferensi Pers Operasi PETI 2025 di Polres Kuansing.

Nasional

PLH Kasi PMD Kecamatan Kampar : Keterlambatan Bukan Disengaja, Kami Pergi Melayat

Batam

Tim Gabungan WFQR IV dan Lanal Batam Berhasil Menggagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Dari Singapura

Berita

HUT TNI Ke -75, Sertu Dedy Perbaiki Mesin Pompa Air Masjid Raja Haji Abd Ghani Pulau Buru

Featured

Pilot AS Jadi Target Serangan Laser di Laut China Selatan
error: Content is protected !!