Setelah RSUD Karimun,Kini Jembatan I Dompak Akan Diberi Nama Jembatan HM Sani

- Jurnalis

Senin, 7 November 2016 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Tidak ditemukan adanya mikro crack yang harus dikhawatirkan. Apalagi kami akan melakukan pemeliharaan Jembatan ini selama dua tahun kedepan,yang diujo oleh Cina,”

 

Liputankepri.com,Tanjungpinang –Setelah diresmikan nama Rumah Sakit Umum Daerah Karimun menjadi (HM.Sani),kini muncul wacana untuk menjadikan Nama Jembatan I Dompak menjadi nama HM.Sani.

Pimpinan Proyek (Pimpro) Jembatan I Dompak, Adi Prayitno mendukung nama HM Sani untuk disematkan pada Jembatan I Dompak.

Menurut Adi, Mantan Gubernur Kepri tersebut punya respon yang bagus dan selalu mendorong pihaknya untuk segera menyiapkan pembangunan Jembatan Senilai Rp312 miliar tersebut.

“Kalau memang jadi HM Sani nama Jembatan I Dompak ini, kita sangat mendukung. Karena  itu adalah bentuk apresiasi, atas dedikasi Mantan Gubernur Kepri tersebut untuk pembangunan Kepri,” ujar Adi Prayitno selaku Pimpinan Proyek Jembatan I Dompak, Sabtu (5/11/2016) lalu usai menggelar syukuran di atas Jembatan I Dompak.

Masih kata Adi, meskipun belum dilakukan loading test oleh Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU). PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor Jembatan I Dompak bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri sepakat untuk membuka jembatan tersebut bagi khalayak ramai pekan depan.

“Pada prinsipnya, pekerjaan kita selesai pada 31 Oktober yang lalu. Pekerjaan-pekerjaan yang ada sekarang ini, adalah perbaikan. Karena sudah masuk masa pemeliharaan,” papar Adi.

Ditegaskan Adi, secara intern pihaknya sudah melakukan loading test dengan masuknya truk-truk pengangkut bahan baku cor-coran yang beratnya diatas 100 ton. Secara tidak langsung itu sudah masuk dalam kategori loading test. Diakuinya, loading yang akan dilakukan KKJTJ adalah pengujian secara resmi. Karena mereka akan mengeluarkan sertifikasi kelaikan Jembatan ini nanti.

“Melihat panjangnya jembatan yang hampir 1,5 km, layak untuk diresmikan oleh Bapak Presiden. Karena selama Jembatan yang panjangnya hanya 600 meter diresmikan oleh Presiden,” jelas Adi.

Ditambahkan Adi, ada beberapa pekerjaan yang belum selesai. Tetapi bukan merupakan tanggungjawab pihaknya. Pekerjaan tersebut diantaranya adalah untuk pengaspalan jalan. Selain itu ada juga untuk pagar pengaman jogging track. Disebutkannya juga, sebelum ini Manajemen Kontruksi (MK) sudah melakukan scanning untuk melihat micro crack.

“Tim pengujinya dari Cina, hasilnya tidak ditemukan adanya mikro crack yang harus dikhawatirkan. Apalagi kami akan melakukan pemeliharaan Jembatan ini selama dua tahun kedepan,” tutup Adi.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan I Dompak, Rodi Yantari mengatakan, karena belum adanya listrik untuk mengaliri penerangan Jembatan I Dompak, apabila dibuka hanya pada jam kerja saja. Yakni dari pagi hari sampai sore hari. Kemudian pada malam hari, Jembatan I Dompak akan ditutup dengan menggunakan portal.

“Untuk tahap awal ini, hanya kendraan-kendraan normal saja yang kita izin. Setelah selesainya loading test KKJTJ baru dilakukan secara normal. Ini bukan berarti kualitas bangunan dikhawatirkan. Kami terus berkoordinasi dengan KKJTJ, sehingga loading test bisa segera dilakukan,” ujar Rodi menambahkan. (jpg/lk)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

27 Kg Sabu Digagalkan di Selat Akar, Polisi Tembak Juru Mudi-Desakan Bongkar Bandar Besar Menguat
Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Percepat Pembangunan di Dua Titik Kabupaten Siak, Satu Titik Hampir Rampung
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:35 WIB

27 Kg Sabu Digagalkan di Selat Akar, Polisi Tembak Juru Mudi-Desakan Bongkar Bandar Besar Menguat

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Percepat Pembangunan di Dua Titik Kabupaten Siak, Satu Titik Hampir Rampung

Sabtu, 18 April 2026 - 20:46 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Berita Terbaru