class="wp-singular post-template-default single single-post postid-16938 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Karimun / Kepri

Senin, 30 April 2018 - 11:54 WIB

Soal Nasib Ratih,Nyimas Novi Ujiani Akan Memberikan Bantuan Hukum

Liputankepri.com,Karimun – Ketua fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karimun akan memberikan bantuan hukum kepada Ratih Sudarti binti Yusdi yang tuduh oleh perusahaan distriburor makanan CV Olina dengan dugaan penggelapan uang ratusan juta rupiah.

Kasus yang menjerat Ratih sebagai sales di perusahaan CV Olina ini sempat menyita perhatian dari berbagai kalangan,termasuk salah satu legislator dari fraksi Partai Kabangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Karimun,Nyimas Novi Ujiani.

Menyikapi kasus yang di alami oleh Ratih,membuat legislator yang peduli terhadap kaum perempuan ini mulai angkat bicara ketika di wawancara melaui sambungan selulerny saat Umroh di Mekah,Minggu (29/4/2018).

“Nyimas Novi Ujiani mengatakan,saya sangat memahami betul seluk beluk dari pekerjaan seorang
sales.sebab dalam kehidupan sales ada bahasa buka tutup tagihan, umumnya kejadian ini terjadi ketika para sales mengalami musibah seperti kehilangan uang ataupun kehilangan nota,”jelas Nyimas.

“Saya cukup paham persolan ini. Terkadang kalau uang sudah hilang terjadilah buka tutup ini, dan kalaupun bosnya tahu biasanya tidak akan peduli dan salesnya pasti dipaksa bertanggung jawab. Awal seperti inilah biasanya menjadi malapetaka bagi para sales,”ujar Nyimas Novi

Bukan itu saja kata Nyimas Novi,pada umumnya gaji sales yang relatif rendah serta status kerjanya yang tidak sebanding dengan resiko yang di terima sehingga harus mempertaruhkan hidupnya dengan berbagai masalah yang di hadapi,”ungkap Nyimas.

Dia menambahkan, persoalan seperti ini terkadang menjadi menguntungkan perusahaan dimana dengan terjadinya hal seperti itu para sales menjadi terikat dan tidak akan bisa berpindah karena sudah terlilit utang.

Bahkan tambahnya, para pengusaha umumnya sudah menyita ijazah asli para sales menambah mereka tidak dapat berbuat selain harus menjalaninya

“Memang kedengarnya besar gajinya. Tapi jangan salah, kalau seandainya tidak ada penjualan barang pasti gajinya kecil.

Nah disinilah kadang akal-akalan pengusaha yang menganggap gajinya besar padahal triknya saja,”katanya meyakinkan

Menurutnya Nyimas Novi,kasus Ratih ini adalah
korban dari stigma lingkaran kinerja dari resiko yang sebenarnya pasti terjadi, sehingga dia meminta agar persoalan ini disadari bukan hanya
karena kerugian tetapi lebih kepada realita yang sesungguhnya.

“Kalau mau jujur semua sales pasti seperti itu. Nah persoalannya apakah kita harus arogan, kalau itu terjadi saya pastikan semua sales pasti dianggap melakukan penipuan. Berarti besok semua mereka
(sales_red) pasti masuk penjara tinggal tunggu waktunya saja,”paparnya

Dia meminta kepada para pengusaha bertindak secara kemanusiaan dalam memecahkan persoalan dengan karyawannya. Dia berharap untuk saling menghargai dan menjadikan pekerja itu sebagai keluarga sehingga segala persoalan yang semestinya tidak selalu berujung masuk penjara.

“Sebenarnya saya pribadi sangat prihatin persoalan seperti ini. Kita rencanakan nanti hearing tentang nasib sales ini, kita tidak mau nasib
mereka dihantui tuduhan keji sementara perusahaan tidak pernah memikirkan mereka.

Sebagai naluri seorang ibu saya akan memberikan bantuan hukum untuk bergabung dengan pengacara saat ini,”kata Nyimas Novi mengakhiri.

Terpisah, Ratih yang sudah ditahan sejak 10 Pebruari 2018 silam mengakui kondisi buka tutup utang tersebut. Dirinya mengakui kehilangan uang dan nota diantara sesama sales itu pasti terjadi, belum lagi ketika dilakukan penagihan uang yang diterima kurang padahal saat transaksi di toko hitungannya pas

“Banyak memang pak resikonya, dan seluruh sales itu pasti pernah mengalami itu. Seperti ditempat saya nota sering hilang begitu juga dengan uang bahkan dulu ada juga yang dipecat karena ketahuan mencuri nota dari tas saya.

“Makanya pak,sistem putar ini tidak dapat kita elakkan,” kata Ratih saat menunggu sidang di ruang tahanan tunggu beberapa waktu lalu

Dengan berlinang air mata dia mengungkapkan beratnya pekerjaan sales produk, selama enam tahun dia bekerja sebagai sales paham betul dengan persoalan seperti yang dia alami saat ini.

Ratih berharap nantinya persoalan ini tidak hanya melihat sisi buruknya saja sehingga dia dapat bebas berkumpul kembali dengan keluarganya.

“Kalau hitung-hitung pak resikonya sangat besar. Mulai dari tingkat kecelakaan, kecemasan saat penagihan, resiko kehilangan uang dan yang
lainnya. Padahal kita (sales_red) tidak memiliki gaji standar UMK dan BPJS pak,”paparnya sampil memeluk anaknya dari balik jeruli besi.(Rls/ron)

 

 

Share :

Baca Juga

Featured

Kunjungan KJRI Johor Bahru ke Depo Tahanan Imigrasi Kemayan-Pahang

Featured

Jajaki Usulan Bupati Irwan Agar Bulog RI Dapat Tampung Produksi Sagu

Featured

Alkohol dan Ganja, Mana Lebih Berbahaya?

Batam

Polda Kepri Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Indonesia Tujuan Malaysia

Anambas

Wabup Natuna Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1441 H

Batam

Bupati H.Irwan Lepas JCH Asal Kepulauan Meranti Dan Rokan Hilir

Featured

Judi Sie Jie Marak di Dabo Singkep,Aparat Terkesan Tutup Mata

Batam

3.000 Pelaku Pariwisata, Ekraf, dan Budayawan Divaksin Covid-19
error: Content is protected !!