– Dunia pendidikan yang menjadi kunci utama keberhasilan bagi anak bangsa, yang mana untuk melahirkan para sarjana hebat bagi putra dan putri asal Meranti.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dibawah kepemimpinan H Muhammad Adil terus menggagas kerja sama dengan 17 universitas besar di Indonesia yang tersebar di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Jika sebelumnya Bupati Meranti yang ketiga ini telah membuat kesepakatan dengan 12 universitas besar di Pulau Sumatera, kemarin ia kembali menyepakati lima kerja sama dengan 5 universitas besar di Pulau Jawa.
Adapun 5 universitas di Pulau Jawa itu terdiri dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Adapun program tersebut merupakan janji H Muhammad Adil dalam merealisasikan program Meranti Cerdas dengan memberikan bantuan pendidikan kepada seluruh putra daerah.Dimana target yang akan dicapai nantinya adalah mencetak 5.000 sarjana, 500 master dan 200 doktor. Adapun anggaran dari APBD yang digelontorkan setiap tahunnya untuk anggaran pendidikan mencapai Rp 40 miliar.
“Sejauh ini sudah ada 17 perguruan tinggi di Riau dan di luar Riau yang kita sudah lakukan MoU. Menyusul dalam waktu dekat, UI, ITB, UNPAD dan Universitas Brawijaya,” kata Bupati Adil, saat melakukan rapat kordinasi bersama puluhan Kepala SMA, SMK dan MA negeri dan swasta di Aula Kantor Bupati Jalan Dorak Selatpanjang, Senin (14/2/2022).
Terkait hal itu, dia berharap semua anak Meranti yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi harus masuk pada universitas yang sudah melakukan MoU dengan Pemkab Meranti.
Menurutnya di tahun 2022 ini dari 45 SMA sederajat di Kepulauan Meranti akan menamatkan 2020 orang yang siap melanjutkan pendidikan lebih lanjut. Untuk itu dia berharap tidak ada lagi anak Meranti yang tidak bisa kuliah hanya karena terkendala biaya.
“Jadi bantuan pendidikan itu kita titipkan ke universitas yang sudah kita kerjasamakan. Tinggal pilih mau kuliah dimana, di Riau, Sumatera Utara atau Pulau Jawa,” sebutnya.
Lebih jauh dikatakan bupati, saat ini Pemkab telah mendata kebutuhan sarjana untuk mengisi kekosongan yang ada di Kepulauan Meranti. Termasuk kebutuhan dokter umum, dokter spesialis, sarjana teknik dan tamatan pendidikan lainnya.
“Kita sudah titipkan puluhan kuota dokter umum bagi anak Meranti di beberapa universitas. Ini terbuka untuk umum, siapapun anak Meranti yang lulus seleksi bisa mendapatkannya,” jelas Adil.
Selain itu, para kepala sekolah dan guru di Meranti juga bisa memanfaatkan program bantuan ini untuk melanjutkan pendidikan sebagai upaya peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Sebagai garda terdepan dalam proses pendidikan siswa di Meranti, saya berharap para kepala sekolah dan guru bisa maksimal dalam mencetak generasi yang unggul menuju Meranti cerdas,” harap H. Adil.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti, Rosita menambahkan para kepala sekolah SMA sederajat di Meranti diminta menyiapkan para siswa-siswinya yang akan menamatkan pendidikan.
“Informasi ini disampaikan kepada anak-anak kita, bahwa ada program kuliah gratis bagi anak Meranti di kampus yang sudah dikerjasamakan. Mari manfaatkan program strategis bupati ini,” tambah Rosita.**
(mt)










