Video : Fenomena Hujan Es Di Karimun

- Jurnalis

Jumat, 29 Maret 2019 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,KarimunHujan es terjadi di Kampung Baru, Urung, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, pada Kamis (28/3/2019). Fenomena itu membuat heboh warga.

Sebelum terjadinya fenomena langka itu, cuaca di Kabupaten Karimun panas terik. Namun, kejadian tersebut tidak merata, hanya di satu lokasi.

Menurut keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena hujan es itu cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Kejadian hujan lebat atau es disertai kilat dan petir dan angin kencang berdurasi singkat, lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

“Ini fenomena alamiah, di mana pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, bisa juga sebaliknya. Tapi durasinya tidak lama, masyarakat tidak perlu cemas,” kata Kepala BMKG Karimun, Raden Eko, Jumat (29/3/2019).

Baca Juga :  Sekda Karimun: Peserta MTQ sebanyak 371 Qori dan Qoriah

Eko menjelaskan, biasanya satu hari sebelum terjadi hujan es, udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Hal itu disebabkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat, ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)

Mulai pukul 10.00 WIB terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis – lapis).

“Diantara awan tersebut, ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas, berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol,” ucapnya.

Baca Juga :  Rachmadi: Remaja Positif Covid-19 di Karimun Dinyatakan Sembuh

Lanjunya Eko, tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus). Sementara, terasa ada sentuhan udara dingin, sebelum turunnya hujan.

Selain itu, bisa saja karena 1 hingga 3 hari berturut – turut tidak ada hujan pada musim transisi, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun, diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

“Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras atau es dengan tiba – tiba. Tapi, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,” ujar Eko

Sumber : Batamnews.co.id

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Karimun Silaturahmi Dengan Danlanal Karimun
Penataan Parkir di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun Semrawut, Terkesan Dipaksakan
Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Kepri, AKBP Yunita Stevani Jabat Kapolres Karimun
Motif Cemburu, Polres Kampar Tangkap Pelaku Pembunuhan di Desa Pasir Sialang
Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Rokok Ilegal
Personel Polres Kampar Terus Melakukan Pencarian Ipda Angga di Sungai Batang Anai
Tim Resmob Polres Karimun Tangkap Pencuri Sepeda Motor di 7 TKP
Bea Cukai Amankan Kurir Bawa Sabu Sebanyak 1.02 Kg di Pelabuhan Internasional Karimun

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:05 WIB

Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Karimun Silaturahmi Dengan Danlanal Karimun

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:30 WIB

Penataan Parkir di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun Semrawut, Terkesan Dipaksakan

Minggu, 21 Desember 2025 - 13:53 WIB

Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Kepri, AKBP Yunita Stevani Jabat Kapolres Karimun

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:47 WIB

Motif Cemburu, Polres Kampar Tangkap Pelaku Pembunuhan di Desa Pasir Sialang

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:55 WIB

Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Rokok Ilegal

Berita Terbaru