Meranti– Meski sudah dianggarkan puluhan juta setiap bulanya, proyek Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti telah menjadi konsumsi public sebab di duga bermasalah.
Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti dr. Prima Wulandari belum bersedia memberi keterangan, berkali-kali dikirim pesan melalui WhatsApp oleh media ini terkait hal tersebut belum menanggapinya.
Untuk diketahui sebelumnya pihak RSUD meranti telah mengunakan aplikasi gratis SIMRS Khanza, yang diketahui sangat bagus dan lengkap seta mudah di pergunakan, namun entah mengapa pihak RSUD meranti telah mengganti aplikasi SIMRS berbayar yang diduga belum layak dipergunakan atau belum siap sehingga tidak berfungsi maksimal seluruhnya.
“Kalau ada SIMRS gratis dan bagus kenapa diganti dengan SIMRS berbayar yang diduga belum siap untuk digunakan sehingga tidak berfungsi maksimal. tidak tanggung-tanggung perbulan hampir 40 juta. Coba hitung saja bang, sudah satu tahun lebih berjalan itu hampir Rp 500 juta lebih pertahun,”
Untuk Itu sumber berharap perlu di usut atas penggantian aplikasi SIMRS yang awalnya gratis diganti dengan SIMRS berbayar karena menurutnya beredar informasi oleh oknum di pihak RSUD diduga mendapat Fee dari SIMRS berbayar tersebut. Itu dapat kita liah ada kepentingan kepentingan antara oknum di RSUD Meranti didalam operasionalnya. Sehingga hal itu dapat terjadinya pemborosan anggaran.
Tambah sumber,”Padahal dengan anggaran sebanyak itu, paling tidak bisa digunakan untuk keperluan lain seperti untuk bayar tunjang THL Non PNS dan THL PNS yang baru baru ini menjadi persolan di RSUD Meranti,”
Pihak RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti melalui bagian Humas Atika ketika di konfirmasi media ini, Rabu 12/04/2023 siang mengaku tidka bisa menjelaskan.
“Kalau itu mohon maaf bang, kami cuma sebagai petugas pelaksana. Kenapa sebelum nya tidak berbayar diganti menjadi berbayar kami tidak bisa jelaskan,” kata Atika.
Lanjutnya,”Sebelumnya teman-teman media ada juga yang menanyakan tapi sudah kita arahkan dan berhubung langsung menghadap ke ibuk Kabid dan mereka juga sudah bicara, tapi teman-teman media juga tidak dapat jawaban,” Jelasnya.
Disingung mengenai SIMRS yang belum siap berbayar sampai puluhan juta mengaku tidak tau.
“Kalau berbayar sampai Rp 40 Jt kami malah tau dari wartawan, karena kita cuma pelaksana disuruh jalan, kita jalankan dan kita tidak bertanya itu kenapa di ganti,” tutupnya.
Reporter : Misjan Tommy










