Terkait Penetapan Lokasi Bazar Ramadhan, Dua Kelompok Kecam Kebijakan BPKAD

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkalis, liputankepri.com – Sebanyak 18 Ormas dan Sema Mahasiswa dari dua kelompok mengecam kebijakan BPKAD yang tidak transparan dalam penetapan lokasi Bazar Ramadhan UMKM 2026.

Pasalnya, setelah pembentukan kelompok yang diinisiasi oleh Sekretaris BPKAD Firdaus selaku pimpinan rapat, kelompok dua dan tiga meminta penetapan lokasi bazar diundi.

Namun Firdaus didampingi Kabid Aset Ikramudin dan Tengku Fauzi menutup rapat. Firdaus meminta masing-masing kelompok membentuk KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) terlebih dahulu.

Ternyata, diam-diam Kepala BPKAD menetapkan lokasi untuk masing-masing kelompok yang sangat menguntungkan salah satu kelompok. Dimana kelompok satu mendapat lokasi full di samping kantor pajak Jalan Sudirman, kelompok dua ditengah (lapangan pasir) dan kelompok tiga di lapangan pasir dekat pelabuhan Bumi Laksamana Jaya.

Baca Juga :  PT Timah Tbk Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan Melalui Reklamasi Laut

Mengetahui penetapan lokasi secara sepihak oleh BPKAD, memicu protes dari kelompok dua dan tiga. Mereka merasa dirugikan oleh kebijakan pengelola aset daerah yang tidak transparan.

Alasannya, Kepala BPKAD Aready yang dihubungi melalui telepon seluler dengan tegas mengatakan bahwa pihak netral alias tidak berpihak. Bahakan, usulan garis lapak bazar membujur dari Jalan Sudirman samping kantor pajak ditarik kebelakang. Artinya, semua sama-sama didepan dan sama-sama di belakang. Usulan ini diakomodir.

Ternyata, saat kelompok dua mengambil izin lokasi. Peta lokasi bukan membujur dari jalan Sudirman kebelakang, tapi melintang dengan pintu masuk dari jalan pelabuhan BLJ. Dimana kelompok satu full di samping kantor pajak, kelompok dua ditengah (lapangan pasir, dan kelompok tiga dibelakang samping pelabuhan BLJ.

Baca Juga :  Sekretariat DPRD Karimun Alokasikan Anggaran Pengadaan Fasilitas Rumah Dinas Pimpinan DPRD

Karena tidak transparan, kelompok dua dan tiga pun melayangkan surat protes ke BPKAD dengan tembusan ke bupati, Kapolres, Satpol-PP, PLN dan Dinas Perhubungan. Namun pihak BPKAD bergeming.

“Sampai saat ini penetapan lokasi bazar belum final, karena kita melayangkan surat protes,” tegas Bakhtaruddin ketua kelompok dua saat dihubungi, Rabu (18/2/200/26).

Pantauan di lapangan, kelompok satu yang full menempati lokasi disamping kantor pajak terlihat sudah memasang tenda. Kendati demikian, sebuah sumber menyebutkan mereka belum mengantongi izin keramaian dari Polres Bengkalis.|Safrizal

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dampak Defisit Anggaran Pusat terhadap Perekonomian dan Masyarakat Bengkalis
Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga
DPD Gerakan Rakyat Kabupaten Bengkalis Resmi Mendaftarkan Ke Kesbangpol
RSBP Batam Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan
Polres Karimun Tertibkan Penjualan Miras dan Rokok Ilegal di Telaga Tujuh
Peringati HPN 2026, Kapolres Karimun Gelar Coffee Morning bersama Insan Pers
Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim
Bawa Sabu 5 Kg, Tiga Kurir Tujuan Jakarta Ditangkap di Bandara RHF Tanjungpinang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:44 WIB

Terkait Penetapan Lokasi Bazar Ramadhan, Dua Kelompok Kecam Kebijakan BPKAD

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:13 WIB

Dampak Defisit Anggaran Pusat terhadap Perekonomian dan Masyarakat Bengkalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:50 WIB

Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:35 WIB

RSBP Batam Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:34 WIB

Polres Karimun Tertibkan Penjualan Miras dan Rokok Ilegal di Telaga Tujuh

Berita Terbaru