class="wp-singular post-template-default single single-post postid-265944 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Nasional

Minggu, 19 April 2026 - 20:37 WIB

Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja

 

Bandung – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri serta siap memasuki dunia kerja.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” kata Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026).

Ia menjelaskan, program ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Baca Juga :  Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja

Khusus di BBPVP Bandung, pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 diikuti oleh 512 peserta yang mengikuti berbagai pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Berbagai pelatihan yang diikuti peserta di BBPVP Bandung meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, serta desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD). Pelatihan juga dilaksanakan melalui skema project-based learning pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas (smart building).

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, BBPVP Bandung telah menyiapkan seluruh fasilitas, sarana prasarana, dan instruktur secara optimal guna menunjang pelatihan berbasis industri.

Baca Juga :  Bupati Asmar Safari Ramadan di Desa Teluk Samak

Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai manfaat, mulai dari pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, hingga sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk skema tertentu, peserta juga mendapatkan fasilitas asrama.

Yassierli menambahkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Kemnaker menargetkan 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN dan diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya.

“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” ujarnya

Share :

Baca Juga

Karimun

Noorlizah Nurdin Prihatin Terhadap Kasus Penyalahgunaan Narkoba Yang Menimpa Pelajar

Nasional

Jokowi Kumpulkan Panglima TNI dan Polri di Istana

Ekonomi

Ratu Belanda Ingatkan Indonesia untuk Fokus Program Inklusi Keuangan

Berita

Penggantian Direktur RSBP: Komitmen Lanjutkan Pelayanan Terbaik

Berita

Bupati H.M Adil Tinjau Fasilitas Pengembangan Kakap Putih

Kep Meranti

IAD Kejari Meranti Kunjungi Diskes Ini Harapannya..

Berita

Bupati Karimun Ing. Iskandarsyah Dorong Pulau Kundur Jadi Pusat Ekonomi Baru

Ekonomi

Wakil Ketua DPW SAPMA Pemuda Pancasila Silatuhrahmi Sekretariat PPI
error: Content is protected !!