Harimau Sumatera Serang 2 Sapi di Kebun Sawit Riau

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2020 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru -Konflik harimau sumatera dengan manusia kembali terjadi di Kabupaten Kampar di Riau. Dua ekor sapi tewas diserang satwa buas tersebut.

“Lokasinya berada di desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Dua ekor sapi yang diserang berada di kebun sawit sekitar rumah warga setempat,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono kepada wartawan Minggu (14/6/2020).

Atas kejadian tersebut, sambung Haryono, pihaknya bekerja sama dengan perangkat desa dan Babinsa Sertu Dedi Isriadi. Tim menemukan dua ekor anak sapi dengan umur sekitar 1 tahun mati diserang harimau.

“Pada kedua tubuh anak sapi tersebut ditemukan lobang bekas gigitan dan juga cakaran harimau. Namun kedua anak sapi tersebut belum sempat dimakan,” kata Haryono.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/6) sekitar waktu subuh. Pemilik sapi, Saryanto dan Ari merugi sekitar Rp 12 juta. Sapi yang diserang harimau posisinya tidak dikandangkan.

“Ditemukan jejak harimau dengan ukuran 14×13 cm di lokasi kejadian,” kata Haryono.

Terkait kejadian tersebut, BBKSDA Riau melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas dan tidak melakukan perburuan serta pemasangan jerat terhadap harimau sumatera dan mangsanya. Lembaran poster juga diberikan kepada masyarakat agar masyarakat lebih paham akan aktifitas harimau sumatera dan cara menghadapi konflik dengan satwa tersebut.

“Tindakan selanjutnya adalah, akan segera dilakukan survei lokasi untuk pemasangan kamera penjebak di sekitar lokasi kejadian. Ini untuk mengetahui individu harimau sumatera,” katanya.

Menurut Haryono, saat musim hujan kecenderungan harimau jantan lebih sering menjelajah wilayah teritorinya sebagai penanda.

“Maaf memberi tanda dengan kencing. Karena pemberi tanda itu cenderung lebih cepat hilang terkena air hujan. Harimau tersebut berasal dari kantong Minas dan Tahura,” kata Haryono.

Terkait kejadian ini, Kades Kota Garo Hj Ilyas Sayang, mengatakan, bahwa harimau sumatera sejak dulu sudah biasa hidup berdampingan dengan masyarakat melayu Kota Garo.

“Sehingga tidak perlu takut terhadap harimau. Bila ada sesuatu terjadi di kampung kita akibat kedatangan atau serangan harimau, berarti itu mengingatkan kita agar tidak takabur,” tutup Ilyas.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Tebing Tinggi Barat Lakukan Pembinaan Tanaman Timun
Dukung Program Nasional Polsek Tebing Tinggi Barat Bina Tambak Udang
Turnamen Bola Volly Kampung Tangguh Anti Narkoba Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Banglas Barat
42 Tim Berlaga, Kapolres Cup Mobile Legends Resmi Dibuka Polres Kep. Meranti
Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti
KLM Setia Bersama Karam di Perairan Selat Ringgit, Nahkoda dan ABK Selamat
Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Hadirikan Sumur Bor Prioritas Air Bersih Selatpanjang Timur
Wabup Muzamil Minta ASN dan Perangkat Desa Jaga Netralitas di Pilkades 2026

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:36 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat Lakukan Pembinaan Tanaman Timun

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:29 WIB

Dukung Program Nasional Polsek Tebing Tinggi Barat Bina Tambak Udang

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:38 WIB

Turnamen Bola Volly Kampung Tangguh Anti Narkoba Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Banglas Barat

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:34 WIB

42 Tim Berlaga, Kapolres Cup Mobile Legends Resmi Dibuka Polres Kep. Meranti

Senin, 22 Juni 2026 - 19:42 WIB

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti

Berita Terbaru

Kep Meranti

Polsek Tebing Tinggi Barat Lakukan Pembinaan Tanaman Timun

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:36 WIB