Kapolres Meranti Akui Kasus Narkoba Meningkat Tiap Tahun

- Jurnalis

Rabu, 4 Januari 2017 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com ,Selat Panjang – Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK mengajak semua pihak untuk mengawasi anak-anak dari jeratan narkoba. Pasalnya, untuk kasus narkoba ini sangat sulit dihilangkan sama sekali Demikian disampaikan AKBP Barliansyah SIK.

Kata kapolres ketiga di Kepulauan Meranti itu, untuk kasus penyalahgunaan narkoba tidak bisa dihilangkan sama sekali. Kasus penyalahgunaan narkoba ini hanya bisa diminimalisir dengan beberapa upaya seperti melakukan sosialisasi, kegiatan imbauan-imbauan ke tiap sekolah, dan lain sebagainya.

“Kemudian, kepada orang tua agar selalu diingatkan untuk mengawasi anak-anaknya. Kalau di lingkungan sekolah, itu menjadi tanggungjawab guru untuk pengawasannya,” kata Barliansyah.

Untuk di Kepulauan Meranti, sejak tahun 2014 hingga 2016, kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun GoRiau, kasus narkoba pada tahun 2014 hanya 15 kasus. Kemudian, pada tahun berikutnya tahun 2015 terjadi peningkatan sekitar 126 persen menjadi 34 kasus.

Itu diekspos oleh Kapolres Kepulauan Meranti pertama, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi didampingi para kabag, Kamis (31/12/2015) lalu. Kata Pandra, penanganan kasus narkoba tahun 2015 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2014. Dimana, tahun 2014, jumlah kasus narkoba berjumlah 15 kasus, dan tahun 2015 jumlah kasus meningkat menjadi 34. Meningkat sebanyak 19 kasus atau 126 persen.

Tapi hal yang membanggakan, dari 34 kasus itu, Sat Res Narkoba berhasil menyelesaikan semuanya.

Untuk tahun 2016, menurut Kapolres Kepulauan Meranti ketiga AKBP Barliansyah SIk melalui Kasat Narkoba AKP Ali Azar SSos, terhitung Januari hingga Desember Sat Narkoba menangani 44 Kasus Narkoba. Ini berarti naik 10 kasus dibandingkan tahun 2015 (data terakhir tanggal 27 Desember 2016, red).

Dijelaskan Ali Azar, dari 44 kasus itu, terbanyak adalah sabu-sabu dengan 41 kasus, ganja kering 1 kasus, dan ekstasi 2 kasus. Sedangkan tersangka berjumlah 64 orang dengan rincian 59 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.

“Semuanya selesai ditangani,” kata Ali Azar, Selasa (27/12/2016). ***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat
Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti, Harus Samakan Persepsi
Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu
Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan
Wabup Muzamil Apresiasi Dukungan Fraksi, Tiga Ranperda Pemkab Meranti Melaju ke Tahap Pembahasan
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
DPRD Kepulauan Meranti Gelar Paripurna ke-5, 7 Ranperda Masuk Agenda Pembahasan
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:31 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:26 WIB

Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti, Harus Samakan Persepsi

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:03 WIB

Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:15 WIB

Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:47 WIB

Wabup Muzamil Apresiasi Dukungan Fraksi, Tiga Ranperda Pemkab Meranti Melaju ke Tahap Pembahasan

Berita Terbaru