@Beredar Video salah satu agen Elpiji saat melakukan muatan tabung gas ukuran 3 kilogram dengan cara melempar di simpang Mutiara kecamatan Meral kelurahan Parit Benut tadi siang sekitar 13.00.Wib.
Karimun – Pemuda Pancasila Kecamatan Karimun menilai kebocoran ledakan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram diduga disebabkan karena faktor human error.
“Saya menduga maraknya kebocoran gas dan memicu ledakan akibat perilaku tidak ramah karyawan pengisian dan distribusi gas elpiji, seperti yang terjadi di simpang Mutiara kecamatan Meral kelurahan Parit Benut tadi siang sekitar 13.00.Wib,” ujar Kamarul ketua PP kecamatan Karimun
Menurut Kamarul, bagian yang penyok bisa memicu pengkaratan hingga ketebalan tabung tidak sesuai standar dan rawan terjadi kebocoran. “Saat dilempar mungkin tidak bocor karena ada penutup, tapi saat penutup dibuka bisa saja bocor karena karet longgar setelah terbentur keras,” terangnya.
Kendati demikian, sangat di sayangkan cara pengambilan tabung gas kosong dengan cara seperti ini, meskipun kosong tidak menutup kemungkinan bisa bocor dan sisa gas tersebut bisa meledak.
“Hampir keseluruhan di Karimun disaat memuat gas kosong ke dalam lori melakukan cara seperti yang ada di dalam Vidio yang saya unggah tadi siang,” jelasnya.
Saya sebagai ketua PAC PP kecamatan Karimun sangat menyayangkan hal tersebut karna ini subsidi dari pemerintah dan wajib dijaga sebaik mungkin dalam penyaluran dan pengumpulan tabung gas tersebut.
“Apa harus menunggu hal hal yang tidak diinginkan terjadi terlebih dahulu, baru dari pihak penyaluran mau mengambil sikap,,,,? dan harus ada pengawasan safety yang betul betul menjamin keamanan saat penggunaan,” harap Kamarul.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari agen distributor tabung gas elpiji PT Petromas Jaya Abadi,**








