Karimun – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun, persentase penduduk kemiskinan di Kabupaten Karimun pada Maret 2022 sebesar 6,87% meningkat sebesar 0,02% dibandingkan pada kondisi bulan Maret 2021.
Diketahui pada bulan Maret 2022 yang lalu, jumlah penduduk miskin mencapai 16,44 ribu orang bertambah sebanyak 160 orang dibandingkan Maret 2021 yakni sebesar 16,28 ribu orang.
Sedangkan indeks kedalaman kemiskinan mengalami penurunan sebesar 0,36 poin dari 1,14 pada Maret 2021 menjadi 0,78 poin pada Maret 2022. Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan juga mengalami penurunan sebesar 0,21 poin dari 0,35 pada Maret 2021 menjadi 0,13 pada Maret 2022.
“Potret kemiskinan Kabupaten Karimun pada Maret 2022, mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah penduduk miskin maupun persentase penduduk miskin,” ujar Irfan koordinator BPS Kabupaten Karimun, melalui pesan Whatsapp sekitar pukul 12.46 Wib.
Iran juga menerangkan bahwa, Kabupaten Karimun menempati urutan ketiga sebagai Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk miskin terbanyak se- Provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang.
“Salah satu penyebab bertambahnya jumlah penduduk miskin maupun persentase penduduk miskin di Kabupaten Karimun pada Maret 2022 dibandingkan dengan Maret 2021 yang semula Rp 422.961,- per kapita pada Maret 2021 menjadi Rp 446.856,- kapita. Jika membandingkan persentase kemiskinan antara Maret 2021 dengan Maret 2022, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan mengalami kenaikan persentase kemiskinan paling kecil dibanding dengan Kabupaten/Kota se- Provinsi Kepulauan Riau yaitu sebesar 0,02 persen poin,” ungkap Irfan.
Diketahui, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan Maret 2022 adalah data Susenas bulan Maret 2022. Sebagai informasi tambahan, juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar), yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.**
(IWD).








