Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Artidjo Alkostar: Menerima Duit Suap Tidak akan Berkah | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-17510 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Nasional

Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:47 WIB

Artidjo Alkostar: Menerima Duit Suap Tidak akan Berkah

Liputankepri.com,Jakarta – Hakim Agung Artidjo Alkostar mengatakan menerima duit suap tidak akan berkah.

Dia mengingatkan bahwa siapapun yang korupsi, akan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

“Kita katakan kalau saya mengatakan menerima suap itu tidak akan berkah siapapun yang korupsi, itu biasanya banyak mati mengenaskan, banyak juga, banyak mati mengenaskan,” kata Artidjo di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Mei 2018.

Artidjo Alkostar heran koruptor di Indonesia kalau tertangkap tidak menunjukkan rasa bersalah. Malah, kata dia banyak yang mengumbar senyum di hadapan publik. Hal tersebut kata Artidjo sama saja telah menghina masyarakat.

Baca Juga :  Dendam Asmara Berujung Duka

“Kalau dia koruptor, itu koruptor cengengesan di tv dibuat-buat, lambaikan tangan. Ini koruptor seperti apa ini menghina rakyat Indonesia. Pada cengengesan pada lambaikan tangan itu kan seharusnya dia prihatin dan minta maaf kepada rakyat Indonesia begitu,” kata dia.

Artidjo menilai hal tersebut bisa saja karena memang sudah budayanya di sini. Dia membandingkan koruptor di luar negeri ketika baru diisukan saja sudah malu dan sampai melakukan bunuh diri.

“Mungkin dari budaya juga ya bangsa kita ini. Kalau orang disebut aja korupsi di Korea atau mana, banyak bunuh diri. Di kita enggak malah tambah cengengesan,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan 25 Ribu Rokok Tanpa Cukai

Keras Pada Koruptor

Artidjo merupakan
hakim agung yang terkenal sebagai momok bagi para koruptor. Sebut saja terdakwa korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Anas Urbaningrum.

Hukumannya di tingkat kasasi diperberat menjadi 14 tahun dari 8 tahun di tingkat pertama, serta ditambah uang pengganti.

Artidjo memasuki masa pensiun setelah berusia 70 tahun pada 22 Mei 2018. Per 1 Juni 2018, 18 tahun pengabdiannya di Mahkamah Agung harus berakhir.***

 

 

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Terkait Temuan Ilegal Logging PT.NSP Mengatasnamakan Masyarakat, Tokoh Masyarakat Dan LSM Bantah dan Tidak Terima

Hiburan

Jasad Herman Gitaris Seventeen Ditemui Sudah Tidak Bernyawa Lagi

Berita

Kantor Imigrasi dan Rutan Karimun Menuju Zona Integritas

Kep Meranti

IAD Kejari Meranti Kunjungi Diskes Ini Harapannya..

Featured

Cafe Danil76 Berikan Bantuan Life Jacket Kepada Siswa SMAN 1 Buru

Featured

Empat Pelaku Pengedar Sabu DiBekuk Polisi

Featured

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Batam

Mengintip Pijat Plus-plus di Batam
error: Content is protected !!