Karimun – Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si melaksanakan kunjungan ke kegiatan pelatihan tenun songket khas Karimun yang dilaksanakan didesa Perayun Kecamatan Kundur Utara Kabupaten Karimun, Jumat (10/12).
Bupati Karimun didampingi Kadis Dispreindag, Kadis Kesehatan, Kasubag Kesra Kab. Karimun sekaligus para Muspika setempat dan perangkat Desa Perayun.
Kegiatan pelatihan Tenun songket merupakan Kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Desa Perayun yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Perayun, yang baru saja di mulai tanggal 23 November 2021 yang didukung 5 unit alat tenun manual dan 11 orang tenaga tenun yang sebagian besar adalah kaum ibu. Untuk sementara ini alat tenun songket didatangkan dari daerah Batu Bara Sumut.
Bupati Karimun mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Hal ini terangnya merupakan kesempatan baik untuk bisa melahirkan pengrajin baru atau sebagai objek wisata yang akan menarik bagi wisatawan luar. Ia meyakini, lahirnya perajin songket nantinya berdampak positif terutama pada keterampilan seni dan budaya yang dihasilkannya, yang bisa dipromosikan ke konsumen.
“Kami sampaikan selamat kepada masyarakat Desa Perayun dengan harapan menjadi unggulan nantinya, pasalnya pelatihan ini merupakan yang pertama di Kabupaten Karimun, dan mudah-mudahan kedepan dapat ditingkatkan sebagai produk unggulan,” ujar Bupati Karimun.
Selain memberikan ucapan selamat, dikesempatan ini Bupati Karimun juga memberikan dorongan motivasi dan stimulus peluang pemasaran kedepannya, seperti untuk ASN Karimun, kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Karimun dan lainnya.
“Apabila ibu ibu dapat memproduksi tenun khas Karimun, saya akan mempromosikan untuk dapat digunakan bagi ASN kita dan juga ini nantinya dapat di pakai untuk para kafilah dari Kabupaten Karimun pada perhelatan MTQ tingkat Kabupaten maupun Provinsi” kata Bupati Karimun.
Lebih lanjut, “Apa bila tenunan ini dapat di produksi dengan jumlah besar dan berkelanjutan. Saya akan menerbitkan perda mewajibkan pegawai dan masyarakat untuk menggunakan tenunan lokal, ini kita buat untuk melindungi pengrajin-pengrajin produk lokal.” Sambung Bupati Karimun.
Oleh karena itu Bupati Karimun mengajak para ibu-ibu penenun di desa Perayun ini untuk mengambil peluang besar ini terlebih lagi tenunan khas Karimun ini merupakan yang pertama kali dan baru ada satu di kabupaten Karimun.
Terakhir, Bupati Karimun juga akan memberikan dorongan berupa bantuan penguatan modal untuk penambahan peralatan, sehingga produksi yang di hasilkan dapat lebih banyak dan cepat.***








