Di Guncang Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG Surabaya

- Jurnalis

Jumat, 12 Oktober 2018 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepricom,SURABAYA – Guncangan gempa yang terasa di Surabaya pada pukul 01.44 WIB Kamis (11/10), akibat dari dampak lokasi gempa yang berlokasi di laut pada jarak 56 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 12 km. Guncangan tersebut membuat sebagian masyarakat resah.

Kepala Kelompok Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak II Surabaya, Ari Widjajanto mengatakan guncangan gempa di Situbondo dirasakan masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

“Ya itu (gempa,Red) lokasinya memang terletak di timur laut Situbondo, namun yang terasa keras guncangannya ada di Sumenep, Madura. Disitu kan banyak pulau-pulau kecil, jadi masyarakat sekitar sana paling keras merasakannya,” katanya, Kamis (11/10).

Setelah ditindak lanjuti dan pengolahan yang dilengkapi dengan data gempa hasil catatan dari 156 sensor seismik diperoleh magnitudo hasil pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,0 SR. Melihat mekanisme sumber yang terjadi dan arah jurus sesar atau yang biasa disebut strike, gempa ini tampak ada kemiripan mekanisme sumber dengan gempa-gempa terjadi di utara Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores.

“Kita masih akan lakukan kaji dan analisis lebih lanjut,” ujar Ari.

Berdasarkan peta seismisitas dan sejarah kegempannya, zona ini merupakan kawasan seismisitas rendah (low seismicity). Ari mengimbau pada masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk tetap waspada jika suatu saat terjadi gempa susulan.

Menurutnya, gempa pertama dan gempa susulan sama bahanya. Oleh karena itu ia menekankan lagi, agar masyarakat mempelajari mitigasi tanggap bencana alam yang diperoleh dari BMKG.

Yang pertama, Ari memberikan saran agar masyarakat tidak panik saat terjadi gempa bumi. Kedua, ia berharap agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang bukan pernyataan resmi dari BMKG. Dan ketiga, agar masyarakat memahami keadaan bagunan rumah, gedung, dan barang apa saja yang ada di sekitarnya untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

“Sekali lagi kami peringatkan, kalau telah terjadi gempa pertama jangan sampai berada di dalam bangunan. Sebelumnya harus di cek terlebih dahulu kondisi bangunannya apakah ada keretakan, ataukah posisinya doyong. Jika ada gempa susulan itu akan berpotensi ambruk dan menyebabkan korban jiwa,” pungkasnya.(Rls)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti
KLM Setia Bersama Karam di Perairan Selat Ringgit, Nahkoda dan ABK Selamat
AS Dilaporkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel, Cari Pengganti Netanyahu
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Pasca serangan Israel ke Lebanon
Konflik Intimidasi Wartawan, Kapolsek Kampar Kiri Sukses Damaikan Antoni SOS dan Hasbi IWO
Polsek Tebing Tinggi Tangkap Dua Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Meranti
Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:42 WIB

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti

Senin, 22 Juni 2026 - 18:24 WIB

KLM Setia Bersama Karam di Perairan Selat Ringgit, Nahkoda dan ABK Selamat

Senin, 22 Juni 2026 - 12:28 WIB

AS Dilaporkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel, Cari Pengganti Netanyahu

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:57 WIB

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Pasca serangan Israel ke Lebanon

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:39 WIB

Konflik Intimidasi Wartawan, Kapolsek Kampar Kiri Sukses Damaikan Antoni SOS dan Hasbi IWO

Berita Terbaru