Liputankepri.com,SELATPANJANG – Sebuah kapal yang berangkat dari Provinsi Riau dengan tujuan Malaysia tenggelam dihantam ombak berhasil ditemukan,
Pantauan awak media dilapangan Ratusan warga memadati pelantar pelabuhan alai menunggu jenazah tiba ( 13/02/19)
Dari informasi didapati pencarian selama tiga hari berturut – turut akhirnya jenazah korban ( Nerhak ) 50 th. kapal tenggelam berhasil ditemukan saat ini jenazah dalam perjalanan menuju pelabuhan alai (13/02/19) Rabu.
Jenazah yang hilang selama 58 jam ini ditemukan mengapung di perairan Selat Malaka tepatnya di koordinat N 01°16.024 – E 102°39.344.
Komandan Tim Pencarian Korban, Syaputra Arie Wijaya mengatakan jenazah ditemukan oleh petugas kapal Kp.IV – 1005 dan kapal Kp.IV – 1001 Dit Pol Airud Polda Riau. Jenazah baru bisa diangkat ke kapal pada pukul 16:15 WIB dan langsung dimasukkan kedalam kantong jenazah.
Jenazah Nerhak dibawa menggunakan kapal Basarnas SAR 411 menuju Pelabuhan Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat. Jenazah akan dibawa ke RSUD Untuk di Visum
Sebelumnya, ketika kapal melewati jalur kapal tangker international, ombak dahsyat mulai menghantam. Gelombang permukaan yang terjadi di titik koordinat 01 12 21.04 N – 102 36 9.76 E langsung membuat kapal mereka oleng dan dihantam ombak.
Seorang warga Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti dilaporkan hilang dalam musibah kapal terbalik di perbatasan Indonesia dan Malaysia, Senin (11/2/19) sekira pukul 05.00 WIB. Sementara dua rekannya selamat.
kapal berangkat dari Pulau Rangsang dengan tujuan Pulau Batu Malaysia, namun dalam perjalanan, kapal dihantam ombak. Kapal dengan nama Lambung GT 6 membawa tiga orang yakni Bacok (43), Kandar (40)
Sementara itu dua korban berhasil selamat setelah berhasil mendapatkan pelampung. Keduanya pun berenang ke pantai.(red)










