class="wp-singular post-template-default single single-post postid-27712 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Kep Meranti / Peristiwa

Jumat, 27 September 2019 - 13:35 WIB

Ketua PC NU Meranti : Kita Semua Ingin Hidup Rukun

Liputankepricom, Meranti | Persoalan intoleransi masih menjadi momok di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat di Indonesia secara umum. Permasalah intoleransi bahkan rasisme masih terjadi di sejumlah tempat di tanah air.

Ketua PC Nahdatul Ulama Kepulauan Meranti Ramlan Abdullah menilai persoalan Intoleransi di Indonesia harusnya tidak terjadi.

Salah satu yang mendasari hal itu adalah perjuangan panjang Indonesia sebagai suatu bangsa bersatu tanpa melihat latar belakang yang berbeda demi merebut kemerdekaan.

“Semua pejuang dengan berbagai latar belakang bersatu dan tidak memandang asal-usul atau kepercayaan masing-masing, dan karena itu jugalah kita bisa hidup merdeka dan berdampingan hingga saat ini,” ujar Ramlan.

Dirinya mengatakan dalam konteks Ruang Publik, idealnya, wilayah ini harus nihil dari klaim-klaim subjektif apalagi tindakan diskriminatif. Hal ini juga sebagai suatu konsesi bersama suatu bangsa yang mengakui keberagaman kepercayaan yang diakui bangsa.

“Sebuah Ruang Publik Beragama yang ideal adalah wilayah bersama yang menampung segala cetusan keberagamaan tanpa halangan apapun,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan sebagai suatu bangsa dengan beragam kepercayaan, segala sikap dan simbol keagamaan kelompok manapun juga harus bisa diizinkan tampil dan dirayakan.

“Bahwa setiap pemeluk agama harusnya bisa mengekpresikan kepercayaannya dan mendapat kesempatan yang sama untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya,” ujar Ramlan.

Dirinya berharap dengan banyaknya peristiwa intoleransi, menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar lebih saling memahami dan menghargai di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

“Perbedaan harus kita pahami sebagai suatu kekayaan yang dimiliki bangsa, karena dari sana juga kita belajar bahwa hidup berdampingan secara damai itu indah,” tutur Ramlan.

Dirinya menilai pergesekan yang mengakibatkan intoleransi kerap terjadi karena berkembangnya Hoax yang meracuni pikiran masyarakat, terkhusus seiring berkembang pesatnya media sosial.

“Kita ingin menjaga kondisi bangsa,tetap aman dan damai. Kita ini beragam. Harus rukun. Tapi kita seringkali dihadapkan persoalan kecil yang dibesar-besarkan. Kita sering terkontaminasi media sosial dengan berita yang tidak baik. Karena saya yakin kita semua ingin hidup rukun.” Pungkas Ramlan (Red)

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Polisi Sahabat Anak, TK Kemala Bhayangkari 09 Selatpanjang berkunjung ke Polres Kep Meranti

Berita

Sampaikan Rapor Program Pendidikan, Kepala BPMP Provinsi Riau : Capaian Program Pendidikan di Meranti Tahun 2024 Baik dan Tinggi

Berita

Personel Satpolairud Polres Karimun Terima Penghargaan dari Bupati Karimun

Berita

Polsek Merbau Aktif Dampingi Petani Jagung untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Kep Meranti

Dispersip Terima Buku Literasi Dari Polres Meranti Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 79

Kep Meranti

Sapma, Koti Mahatidana dan Srikandi PP Meranti Resmi Dilantik 

Kep Meranti

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai MTQ Ke-9

Batam

Polda Kepri Raih Apresiasi Dari Ombudsman RI Perwakilan Kepri
error: Content is protected !!