Kualitas Udara Kota Selatpanjang Tidak Sehat

- Jurnalis

Rabu, 18 September 2019 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meranti | Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Provinsi Riau menimbulkan dampak beragam, salah satunya kabut asap yang tak kunjung hilang.

Akibatnya kualitas udara pun memburuk.Pagi ini, kualitas udara di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, terpantau melalui AirVisual masih lebih baik dibandingkan ibukota Propinsi Riau, Pekanbaru.

Namun dari data AirVisual, pada Rabu (18/9/2019) pukul 09.10 WIB menunjukkan kualitas udara Kota Selatpanjang menunjukkan indeks yang tidak sehat dengan parameter Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 177.Data Air Quality Index (AQI) yang digunakan AirVisual menunjukkan bahwa kualitas udara di beberapa titik karhutla masih tidak sehat hingga berbahaya.

Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Muhammad Fahri mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah mengingat semakin tingginya intensitas asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah itu.

“Untuk saat ini wilayah Kepulauan Meranti masih berkabut, diharapkan masyarakat selalu menggunakan masker,” kata Fahri.

Sebagai upaya mewaspadai dampak bahaya asap, dia juga mengimbau kepada seluruh Dinas, Badan, kantor dan Camat se Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengurangi aktifitas di luar gedung seperti melakukan kegiatan olahraga, gerak jalan santai, upacara dan lain sebagainya.

“Kurangi aktifitas di luar gedung, kalaupun terpaksa harus keluar selalu gunakan masker,” imbaunya.

Dikatakan Fahri, kabut asap akan berpengaruh kepada saluran pernafasan dan daya tahan tubuh, untuk itu masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, seperti mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih lebih banyak dan lebih sering, serta menutup sumur dan tempat penyimpanan air. (red)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif
Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran
Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis
Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau
Pemkab Meranti Raih Seroja Awards 2026, Bukti Komitmen Bupati Asmar Benahi Tata Kelola Aset
Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80
Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan, Kemnaker Perkuat Sistem Pengawasan
Tekan Kecelakaan Kerja, Kemnaker Tingkatkan Kematangan Budaya K3

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:13 WIB

DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:45 WIB

Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:24 WIB

Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:24 WIB

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:55 WIB

Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80

Berita Terbaru