Meranti – Martin pemilik Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) PT Mas Artha Sarana di Selatpanjang, memilih bungkam saat ingin dikonfirmasi terkait dugaan kerjasama dengan oknum aparat penegak hukum di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi “Mafia” Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar.
Sayangnya, hingga saat ini, Ia tak mau merespon konfirmasi yang dilayangkan media ini yang berkaitan dugaan menjadi “Mafia” BBM ditujukan kepada APMS milik dirinya itu.
Sebagai diberitakan media ini sebelumya, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Marwan tidak menafikan hal itu dan mengaku kewalahan karena dinas hanya pendampingan.
“Untuk melakukan pengawasan tidak lagi menjadi kewenangan di daerah. Melainkan untuk pengawasan penyalah gunaan penyaluran BBM bersubsidi oleh APMS Nakal itu, sesuai aturan langsung pihak pertamina,”
Sementara itu Laskar Melayu Cendikiawan Muda (LMCM) menilai perlu melayangkan surat somasi ke Pertamina, terkait maraknya “Mafia” Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dimana sistem penyaluran BBM subsidi jenis solar yang seharusnya jatah kuota didistribusikan ke masyarakat malah dijual oleh pihak APMS tersebut kepada oknum aparat penegak hukum menjalani bisnis ilegal di Meranti.
Ketua LMCM Jefrizal mengungkapkan, sebenarnya ada banyak persoalan yang harus diluruskan oleh pihak Pertamina, terutama dalam sistem pendistribusi BBM yang dilakukan APMS Nakal.
Informasi yang kita terima,”Hampir semua APMS di Meranti diduga Nakal, sebab selang beberapa hari setelah BBM masuk, APMS tidak mengedarkan ke masyarakat melainkan didistribusikan kepada oknum aparat penegak hukum. Sehingga peredaran BBM jenis solar menjadi langka dan mahal ditengah-tengah masyarakat Kepulauan Meranti,” kata Jefrizal Kepada media ini.
Maka dari itu,”Bagusnya layang kan yang surat somasi ke pihak Pertamina, karena sudah menjadi kewajiban mereka untuk bertanggung jawab selaku pengawasan BBM yang dilakukan oleh APMS nakal,” ujarnya.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH, melalui kasat Reskrim AKP Arpandy SH, ketika di informasi media ini mengatakan penyaluran BBM sudah tepat sasaran.
“Selama ini kita tau penyaluran tepat sasaran,” kata Arpandy saat dihampiri media ini di Lobby Mapolres, setelah usai mengelar konferensi pers, Kamis (30/3/2023)
Disingung mengenai banyak oknum penegak hukum terutama di oknum di institusi polri yang diduga menjadi “Mafia”BBM bersubsidi yang diketahui berkerja sama dengan Oknum APMS nakal, ia terkesan engan untuk memberi keterangan.
Reporter : Misjan Tommy










