Plt Bupati Kepulauan Meranti Tinjau TPA Gosok di Tengah Hujan Gerimis untuk Atasi Darurat Sampah

- Jurnalis

Rabu, 18 September 2024 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELATPANJANG – Di tengah guyuran hujan gerimis, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH), Syaiful Bahri, serta Camat Tebingtinggi Barat, Rinaldi, turun langsung meninjau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gosok pada Minggu pagi, 15 September 2024. Kunjungan ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi darurat sampah di Selatpanjang yang telah menjadi perhatian serius.

Dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah di TPA Gosok menggunung hingga hampir meluber ke jalan akibat rusaknya alat berat ekskavator yang biasanya digunakan untuk menata sampah. TPA ini hampir kelebihan kapasitas menampung volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan sampah di wilayah perkotaan Selatpanjang.

Melihat kondisi yang mendesak, dua unit ekskavator didatangkan untuk membenahi tumpukan sampah, yang dipinjamkan dari Dinas Perkebunan dan pihak swasta. Ekskavator ini digunakan untuk memindahkan sampah dari gerbang pintu masuk TPA ke area pembuangan yang lebih dalam, sehingga mempermudah truk-truk pengangkut sampah memasuki lokasi.

Bupati menegaskan penanganan sampah harus tuntas dalam kurun waktu satu minggu ke depan. Artinya tumpukan sampah yang berserakan di wilayah Perkotaan juga harus segera diangkut.

“Saya hari ini turun langsung ke TPA untuk memantau dan memastikan sampah yang berserakan sedang dibersihkan. Kami memastikan bahwa alat berat terus bekerja membersihkan sampah yang berserakan di dekat gerbang. Target kami adalah menyelesaikan masalah sampah ini dalam waktu satu minggu,” ujar Asmar.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan darurat ini harus cepat, dan memastikan masyarakat dapat kembali menikmati lingkungan yang bersih.

Bupati Asmar tidak hanya fokus pada pemindahan sampah, tetapi juga memberikan instruksi tegas kepada Dinas Perkimtan-LH dan kepala dinas terkait agar lebih cepat tanggap terhadap permasalahan sampah.

“Saya instruksikan kepada dinas terkait untuk segera bergerak cepat dalam menanggapi keluhan masyarakat. Semua harus bersinergi untuk mengatasi masalah ini secara tuntas,” tegas Asmar.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya, sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah di daerah.

Syaiful Bahri, Kepala Dinas Perkimtan-LH, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa pihaknya merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dilengkapi dengan mesin Refuse-Derived Fuel (RDF). Mesin ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif, sebagai salah satu solusi berkelanjutan dalam menangani jumlah sampah yang terus meningkat.

“Dalam RKPD 2025, kami sudah menganggarkan pengadaan ekskavator baru dan mesin pengolah sampah untuk mempermudah proses di TPA. Namun, kami minta ke Pak Bupati berharap anggaran ini tidak dicoret lagi oleh tim TAPD,” jelas Syaiful.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap hari pihaknya harus menangani sekitar 42 ton sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Selatpanjang. Jumlah ini terus meningkat seiring bertambahnya populasi dan belum diterapkannya pemilahan sampah dari rumah tangga.

Saat ini, TPA Gosok masih menggunakan metode open dumping, tanpa ada proses pengolahan awal. Kondisi ini membuat penumpukan sampah menjadi semakin cepat, apalagi dengan mentalitas masyarakat yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Syaiful mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah mengubah mindset masyarakat yang masih menganggap sampah sebagai barang tak bernilai.

“Saat ini, TPA masih menggunakan pola open dumping, tanpa ada pengolahan awal. Setiap harinya, kami harus mengangkut lebih dari 42 ton sampah, dan volume ini terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk. Ditambah mindset masyarakat yang menganggap sampah tidak bernilai serta tidak diterapkannya pemilahan sampah dimulai dari rumah,” ungkapnya.

Dengan langkah cepat yang diambil oleh Plt Bupati Asmar dan rencana jangka panjang dari Dinas Perkimtan-LH, harapan untuk penanganan masalah sampah di Kepulauan Meranti semakin jelas. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. (R-01)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik
Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau Teken MoU, Perkuat Pembinaan Warga Binaan Menuju Kemandirian
Subuh On The Road Pamapta Sampaikan Aduan Masyarakat lewat 110 Polres Meranti

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:46 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:07 WIB

Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:18 WIB

Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima

Berita Terbaru