- Terkait Unjuk Rasa Pemuda Pangke Di PT Saipem
liputankepri.com, Karimun – Bupati Karimun Aunur Rafiq, menghimbau kepada pemuda Desa Pangke Barat yang melakukan aksi unjuk rasa di PT Saipem beberapa waktu lalu yang perekrutan tenaga kerja tempatan, untuk saling memahami dengan tidak memaksakan kehendak agar tidak terjadi anarkis.

Dirinya menegaskan, siapapun boleh menyampaikan aspirasi, tapi jangan anarkis. Jangan memaksakan kehendak, harus berpikir realistis dengan logika bahwa kondisi ini harus dipahami para pekerja di Kabupaten Karimun.
“Jangan anarkis, jaga kondisi Karimun yang baik ini, jaga iklim investasi yang baik ini,” tegas Rafiq kepada wartawan, usai membuka kegiatan Bhakti Sosial Pengobatan Gratis di Vihara Buddha Diepa Karimun, Sabtu (15/7/2017).
Rafiq mengungkapkan, saat ini PT. Saipem sedang mengalami penurunan omset dari pekerjaan proyeknya. Sehingga mau tidak mau akan terjadi pengurangan tenaga kerja.
“Saat ini PT Saipem mengalami penurunan pendapatan dari pengerjaan proyek, bahkan saat ini belum ada lagi proyek yang dikerjakan. Sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka terjadi pengurangan dari 15.000, PT Saipem hanya mempekerjakan 1.500 sampai 2.000 tenaga kerja saja,” ungkap Rafiq
Namun demikian, Rafiq juga menjelaskan kondisi seperti ini telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Karimun kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Terkait bagaimana mendorong lapangan pekerjaan dari Pemerintah Pusat untuk dapat dikerjakan di Karimun.
“Jangan khawatir, beberapa perusahan akan masuk ke Karimun seperti PT.GRM, sedang mempersiapkan tiga perusahaan di pulau Asam, yang akan menyerap tenaga kerja lebih kurang 4.000-5.000 orang. Begitu juga perusahaan Jaya Anur Riya di Coastal Area, juga menjadi peluang kerja bagi tenaga kerja lokal,” jelasnya. (***)










