Bengkalis, liputankepri.com – Sebanyak 18 Ormas dan Sema Mahasiswa dari dua kelompok mengecam kebijakan BPKAD yang tidak transparan dalam penetapan lokasi Bazar Ramadhan UMKM 2026.
Pasalnya, setelah pembentukan kelompok yang diinisiasi oleh Sekretaris BPKAD Firdaus selaku pimpinan rapat, kelompok dua dan tiga meminta penetapan lokasi bazar diundi.
Namun Firdaus didampingi Kabid Aset Ikramudin dan Tengku Fauzi menutup rapat. Firdaus meminta masing-masing kelompok membentuk KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) terlebih dahulu.
Ternyata, diam-diam Kepala BPKAD menetapkan lokasi untuk masing-masing kelompok yang sangat menguntungkan salah satu kelompok. Dimana kelompok satu mendapat lokasi full di samping kantor pajak Jalan Sudirman, kelompok dua ditengah (lapangan pasir) dan kelompok tiga di lapangan pasir dekat pelabuhan Bumi Laksamana Jaya.
Mengetahui penetapan lokasi secara sepihak oleh BPKAD, memicu protes dari kelompok dua dan tiga. Mereka merasa dirugikan oleh kebijakan pengelola aset daerah yang tidak transparan.
Alasannya, Kepala BPKAD Aready yang dihubungi melalui telepon seluler dengan tegas mengatakan bahwa pihak netral alias tidak berpihak. Bahakan, usulan garis lapak bazar membujur dari Jalan Sudirman samping kantor pajak ditarik kebelakang. Artinya, semua sama-sama didepan dan sama-sama di belakang. Usulan ini diakomodir.
Ternyata, saat kelompok dua mengambil izin lokasi. Peta lokasi bukan membujur dari jalan Sudirman kebelakang, tapi melintang dengan pintu masuk dari jalan pelabuhan BLJ. Dimana kelompok satu full di samping kantor pajak, kelompok dua ditengah (lapangan pasir, dan kelompok tiga dibelakang samping pelabuhan BLJ.
Karena tidak transparan, kelompok dua dan tiga pun melayangkan surat protes ke BPKAD dengan tembusan ke bupati, Kapolres, Satpol-PP, PLN dan Dinas Perhubungan. Namun pihak BPKAD bergeming.
“Sampai saat ini penetapan lokasi bazar belum final, karena kita melayangkan surat protes,” tegas Bakhtaruddin ketua kelompok dua saat dihubungi, Rabu (18/2/200/26).
Pantauan di lapangan, kelompok satu yang full menempati lokasi disamping kantor pajak terlihat sudah memasang tenda. Kendati demikian, sebuah sumber menyebutkan mereka belum mengantongi izin keramaian dari Polres Bengkalis.|Safrizal










