Untuk Cegah Karhutla di Rangsang, PT SRL Siapkan Reward Ratusan Juta

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meranti– Dalam upaya mencegah Karhutla di wilayah kerja. PT Sumatera Riang Lestari (SRL), perusahaan yang bergerak dalam bidang Hutan Tanaman Industri, melanjutkan komitmennya dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Meranti.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman Desa Bebas Api (Free Fire Village) dengan Desa Penyagun, Wono Sari dan Teluk Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau pada Rabu 18/12/2024.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh manajemen PT SRL dan kepala desa terkait yang disaksikan Wakapolres Kabupaten Meranti, Kompol Dodi Zulkarnain Hasibuan, Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Muhlisin, Kepala Dinas Perkimtan-LH, Syaiful Bahri, Camat dan Kapolsek Rangsang, perwakilan Danramil 02 Tebing Tinggi serta Kepada Desa dan BPD dari desa terkait.

Fahmi Panjaitan, mewakili manajemen PT SRL menyebutkan program ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya mencegah Karhutla, sekaligus melibatkan mereka dalam menjaga kelestarian hutan di Pulau Rangsang.

Fahmi menambahkan, kesepakatan tahap tiga ini berlangsung pada 1 Januari hingga 30 Maret 2025. Jika desa mampu menjaga arealnya tidak terjadi kebakaran selama periode tersebut, maka desa akan mendapat reward seratus juta Rupiah dalam bentuk infrastruktur dari SRL.

PT SRL memulai program Desa Bebas Api ini pada 2020 lalu. Sampai saat ini sudah tujuh desa yang kita libatkan dalam program Desa Bebas Api. Alhamdulillah hasilnya sangat efektif dalam menekan kasus Karhutla.

Secara internal, perusahaan sudah dilengkapi dengan peralatan dan personil yang memadai. Termasuk menara pantau, pos pantau dan menara CCTV yang mampu menjangkau radius 35 sampai dengan 40 km, jelas Fahmi.

Wakapolres Meranti, Kompol Dodi Zulkarnain Hasibuan sangat mengapresiasi program Desa Bebas Api yang diinisiasi oleh PT SRL. Menurutnya penanganan Karhutla memang harus melibatkan banyak pihak. Selain itu program ini juga akan merubah kebiasaan masyarakat dalam membuka lahan. Yang dulunya membakar, berubah dengan metode mekanis yang lebih ramah lingkungan. Wakapolres juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi aktif PT SRL saat membantu pemadaman saat Karhutla terjadi di Rangsang.

Sementara itu Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Muhlisin, menyebutkan bahwa program seperti ini sangat membantu upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di Kepulauan Meranti.

“Program ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen semua pihak,” jelasnya.

Dengan upaya bersama yang terus diperkuat, Desa Bebas Api menjadi wujud nyata harapan akan lingkungan yang lebih lestari dan bebas dari ancaman kebakaran di masa depan.***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik
Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau Teken MoU, Perkuat Pembinaan Warga Binaan Menuju Kemandirian
Subuh On The Road Pamapta Sampaikan Aduan Masyarakat lewat 110 Polres Meranti

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:46 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:07 WIB

Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:18 WIB

Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima

Berita Terbaru