120 Warga di Riau Keracunan Usai Hadiri Pesta Pernikahan

- Jurnalis

Senin, 2 Juli 2018 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANKEPRI.COM,PEKANBARU – 120 warga di Dusun Perambahan Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar, Kampar, Riau mengalami keracunan makanan. Para korban keracunan usai menyantap hidangan pesta perkawinan.

“Laporan yang kita terima ada 120 warga desa setempat mengalami keracunan. Mereka semuanya dilarikan ke rumah sakit di Bangkinang, (Ibu Kota Kab Kampar) dan ada yang dirujuk ke Pekanbaru,” kata Paus Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra kepada detikcom, Senin (2/7/2018).

Baca juga: Belasan Warga Sukabumi Keracunan Daging Tercampur Pestisida

Deni menjelaskan, hajatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (30/6) di rumah H Samsuar yang menikahkan anaknya. Pada hari Minggu (1/7), Samsuar mendatangi tetangganya Rosnawati untuk menanyakan apakah mengalami sakit usai makan di tempat pesta rumahnya.

“Korban (Rosnawati) mengaku mengalami sakit perut bersama anaknya. Korban atas nama Rosnawati salah satu di antara yang ikut memasak di hajatan tersebut,” kata Deni.

Deni mengatakan selanjutnya warga mengumumkan melalui pengeras suara dari masjid, agar yang merasa mengalami mual usai menyantap hidangan di pesta untuk segera dirujuk ke Puskesmas setempat.

“Akhirnya para korban dirujuk ke Puskesmas dan sejumlah rumah sakit. Namun demikian, sebagian sudah ada yang pulang. Sebagian lagi masih di rawat di RS Bangkinang, dan di Pekanbaru,” kata Deni.

Berdasarkan pengakuan sejumlah korban, mereka mengalami mual dan muntah-muntah.

“Kita bersama tim Dinas Kesehatan Kampar sudah mengambil sampel makanan yang ada di pesta tersebut. Saksi yang memaksa, mereka membuat hidanan rendang daging, ayam kecap, gulai rebung, capcai nenas,” kata Deni.

Belum diketahui secara pasti dari makanan yang mana sehingga warga mengalami keracunan. Dinas Kesehatan Kampar masih menyelidikinya.

“Dinas Kesehatan Kampar masih menguji sampel makanan tersebut. Kita masih mendata para korban yang saat ini masih di rawat, tapi sebagian sudah ada yang pulang,” tambah Deni.

Sumber : detik. Com

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro
Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru
Pemkab Kepulauan Meranti Raih Opini WDP dari BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2025
Lepas Siswa Raudhatul Athfal, Pemkab Meranti Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya
Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
Hidayat Pimpin KONI Meranti Periode 2026-2030, Wabup Muzamil Tekankan Kekompakan dan Prestasi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:26 WIB

Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:24 WIB

Pemkab Kepulauan Meranti Raih Opini WDP dari BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2025

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:21 WIB

Lepas Siswa Raudhatul Athfal, Pemkab Meranti Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Anak Usia Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:11 WIB

Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya

Berita Terbaru