Mantan Mendagri Lantik Pengurus LMB Kepri

- Jurnalis

Senin, 17 Oktober 2016 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Kepala daerah jangan jadi raja kecil dan zalim. Jadinya otonomi daerah itu tidak benar. Otonomi daerah masih harus disempurnakan dan jangan kembali ke sistem sentralisasi. Negara dengan sistem negara kesatuan harus memberikan otonomi yang luas pada daerah,”

 

Liputankepri.com,Karimun -Syarwan Hamid  bertandang ke Karimun dalam kegiatan pelantikan pengurus organisasi masyarakat Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri mengatakan masih banyak sistem dalam kebijakan otonomi daerah yang harus dibenahi. Hal utama yang ditegaskanya adalah bagaimana pemberian wewenang harus sesuai dengan sistim pengawasannya.

“Sistem otonomi daerah saat ini masih harus banyak diperbaiki. Hal tersebut diungkapkan mantan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sekaligus pencetus otonomi daerah, Syarwan Hamid saat berkunjung ke Karimun, Minggu (16/10/2016).

Syarwan yang bertandang ke Karimun dalam kegiatan pelantikan pengurus organisasi masyarakat Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri mengatakan masih banyak sistem dalam kebijakan otonomi daerah yang harus dibenahi. Hal utama yang ditegaskanya adalah bagaimana pemberian wewenang harus sesuai dengan sistim pengawasannya.

“Kepala daerah jangan jadi raja kecil dan zalim. Jadinya otonomi daerah itu tidak benar. Otonomi daerah masih harus disempurnakan dan jangan kembali ke sistem sentralisasi. Negara dengan sistem negara kesatuan harus memberikan otonomi yang luas pada daerah,” ungkap Syarwan.

Diakui Syarwan, setiap sistem yang diterapkan memang tidak lepas dari kekurangan. Dari pandangan mantan jenderal TNI tersebut, selama ini kebijakan yang dirasa kurang bukannya diperbaiki namun lebih cenderung diganti. Menurutnya sistem yang tidak objektif mestinya dapat direvisi terlebih dahulu.

“Jangan memperbaiki hanya dengan diganti sehingga kebijakan itu menjadi bolak balik. Kan kita ada DPR atau DPRD. Memang sistem tidak ada yang harga mati. Namun suatu kebijakan itu telah distudi bandingkan kemana-mana,” paparnya.

Mengenai dana-dana daerah yang dikembalikan ke pemerintah pusat, Syarwan menyebutkan harusnya bukan diambil akan tetapi konteksnya hanya disimpan. Jika suatu saat daerah telah melakukan pembenahan dan membutuhkan dana itu kembali, maka pemerintah pusat harus mengembalikannya.

“Dana berlebih atau tak terpakai itu sebenarnya hukuman bagi daerah. Karena sudah diminta tapi disimpan. Jadi harus pintar menggunakan dana. Konteksnya pengembalian bukanlah diambil oleh pusat tapi disimpan oleh pusat. Karena jika masuk ke kantong pusat itu tidak benar. Itu haknya daerah,” katanya.

Ditambahkan Syarwan, berhasilnya otonomi daerah dapat dilihat bagaimana kontrol pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Apabila masyarakat mendapatkan pelayanan dengan lebih mudah dalam hal pengurusan maka dapat dinilai jika otonomi daerah berjalan dengan benar.

“Masih ada yang kurang. Tapi harus ada semangat untuk terus memperbaiki,” ujar Syarwan.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Moro Gencarkan Pencegahan Karhutla di Wilayah Rawan
27 Kg Sabu Digagalkan di Selat Akar, Polisi Tembak Juru Mudi-Desakan Bongkar Bandar Besar Menguat
Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Percepat Pembangunan di Dua Titik Kabupaten Siak, Satu Titik Hampir Rampung
Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam Karimun Nihil Narkoba
Diduga Tanpa Dokumen Resmi, Nama L’Man Muncul di Pengiriman Ratusan Kilogram Daging Tujuan Karimun
Kapolres Karimun Melaksanakan Sambang Duka Ke Rumah Korban Laka Lantas Yang Terjadi Di Tugu MTQ Coastal Area
Sopir Penabrak Satu Keluarga di Kawasan Tugu MTQ Coastal Area Terancam 12 Tahun Penjara
Kecelakaan Lalu Lintas di Karimun, 1 Orang Meninggal Dunia.

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 20:47 WIB

Polsek Moro Gencarkan Pencegahan Karhutla di Wilayah Rawan

Selasa, 28 April 2026 - 15:35 WIB

27 Kg Sabu Digagalkan di Selat Akar, Polisi Tembak Juru Mudi-Desakan Bongkar Bandar Besar Menguat

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Percepat Pembangunan di Dua Titik Kabupaten Siak, Satu Titik Hampir Rampung

Minggu, 26 April 2026 - 18:13 WIB

Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam Karimun Nihil Narkoba

Jumat, 24 April 2026 - 10:00 WIB

Diduga Tanpa Dokumen Resmi, Nama L’Man Muncul di Pengiriman Ratusan Kilogram Daging Tujuan Karimun

Berita Terbaru