class="wp-singular post-template-default single single-post postid-21114 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Featured / Kepri

Senin, 19 November 2018 - 19:11 WIB

Ditpolairud Polda Kepri Amankan Penyeludup Hewan Langka

Liputankepri.com,Batam – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan dua orang tersangka yang akan menyelendupkan hewan dilindungi.

Dari tangan kedua tersangka T dan S, Polisi mengamankan 11 ekor burung jenis Kakaktua dan Nuri Bayan,Saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (19/11) sore,

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, dua orang tersangka ini ditangkap saat hendak membawa hewan tersebut menggunakan mobil pickup di kawasan Botania. Bersama tangkapan 11 hewan dilindungi ini, juga didapati 51 ekor kura-kura dengan berbagai yang ikut diselundupkan.

Baca Juga :  Kepri Kembangkan Sektor Pariwisata Transaksi Nontunai

Saat diketahui penangkapan bermula dari informasi dari masyarakat. Ketika itu, tim menghentikan mobil pickup yang membawa hewan dilindungi. Rencananya hewan itu dibawa keluar negeri di kawasan Botania, Batam Centre, Batam pada Jumat (16/11) sore.

Atas penangkapan tersebut, lanjut Benyamin, pihaknya berkoordinasi dengan resort Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memastikan status burung dan kura-kura ini.

“Ternyata burung-burung ini masuk hewan yang dilindungi, kura-kuranya tidak, namun tetap bersalah, karena akan menyelundupkan keluar negeri tanpa izin yang sah,” kata Benyamin.

Baca Juga :  Aksi GSI Batal Digelar di Batam

Sementara itu, Kepala SKW II Batam, Sugito menjelaskan, nantinya hewan-hewan ini akan dilakukan identifikasi. Selanjutnya, setelah ada ketetapan hukum soal kasus ini, hewan asal timur Indonesia ini, akan dipulangkan ke asalnya.

Terhadap kedua tersangka, dikenai pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a dan c Undang-Undang No.5 tahun 1990 tentang konserpasi sumberdaya alam hayati dengan ekosistemnya. Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 20 juta.***

 

(Red/Humas Polda Kepri)

 

 

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Karimun Rapat Bersama Pelaku UMKM

Kep Meranti

Sekda Meranti Gelar Buka Bersama dan Silahturahmi Bersama Masyarakat

Karimun

PC PMII Kabupaten Karimun Silaturahmi Bersama Santri

Featured

Bupati Karimun Membuka Seminar How Be A Great Teacher

Batam

Bareskrim Tangkap Penyelundup Amonium Nitrat Asal Malaysia

Batam

Tenaga Medis Terinfeksi Covid-19 di Batam menjadi 91 orang

Kep Meranti

KKB Meranti Di Karimun Mengecam Petugas Kakanwil DJBC Kepri Menangkap ABK Kapal Seperti Teroris & Tanpa Surat Penangkapan

Anambas

Tradisi Pedang Pora Sambut Kedatangan AKBP Misbachul Munir di Polres Kepulauan Anambas
error: Content is protected !!