class="wp-singular post-template-default single single-post postid-253372 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam

Senin, 11 Maret 2024 - 10:16 WIB

Pembebasan Lahan Tanjung Banon Tersisa 1,05 Hektare Lagi

Batam – Pembebasan lahan untuk pembangunan hunian masyarakat Rempang hampir sepenuhnya selesai. Saat ini, hanya tinggal 3 persil dengan luas 1,05 Hektare dari luas keseluruhan, 93,87 hektare.

Sebagian warga yang dengan sukarela menyerahkan lahannya, telah mendapatkan sagu hati dengan nominal yang berbeda-beda. Penggarap lahan saat ini juga sudah terbuka untuk berdialog setelah terjalin komunikasi yang baik.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, sesuai arahan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, tindakan yang humanis dan komunikasi persuasif merupakan kunci penting dari keberhasilan pembangunan. Untuk itu, dalam pembebasan lahan ini pihaknya mengedepankan dialog bersama dengan penggarap lahan di kawasan Tanjung Banon.

Baca Juga :  Aksi Kejar-kejaran, Bea Cukai Batam Amankan Speedboat SB.JJ Indah 2 di Perairan Tanjung Uban

“Dengan pendekatan secara humanis dan komunikasi persuasif, warga pun akhirnya membuka diri untuk menerimanya,” ujarnya, Sabtu (9/3/2024).

Ariastuty menjelaskan, diatas lahan untuk pembangunan hunian masyarakat Rempang, terdapat 46 persil dengan luasan 93,87 hektare yang digarap oleh warga. Sampai dengan per 8 Maret 2024, sudah 43 persil lahan seluas 92,82 hektare yang telah diserahkan kepada pemerintah. Hanya tersisa, sekitar 1,05 hektare lahan atau 1,12 persen lahan yang belum bebas.

Tim Terpadu Kota Batam yang terdiri dari unsur Pemko Batam, BP Batam, TNI, Polri dan Kejaksaan terus membuka dialog dengan warga yang belum menyetujui untuk melepaskan lahan garapannya.

Baca Juga :  Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Hadiri Networking Dinner bersama Delegasi Kementerian dan Pengusaha Jerman

“Dialog terus kita lakukan agar masyarakat mengetahui, jika investasi ini memiliki dampak yang positif terhadap ekonomi daerah dan warga setempat,” imbuhnya.

Sebagaimana yang diketahui, BP Batam akan membangun 961 hunian baru kepada masyarakat yang terdampak Pengembangan Rempang Eco-City. Hunian baru itu, ditargetkan akan mulai dibangun pada awal bulan April tahun 2024 ini.

Tidak hanya BP Batam, Kementerian PUPR juga akan melakukan pematangan lahan dan pembangunan fasilitas sosial serta fasilitas umum di lokasi hunian baru masyarakat pada pertengahan Maret ini. (*)

 

Humas BP Batam 

Share :

Baca Juga

Batam

Proyek IPAL Memasuki Tahap Sambungan ke Rumah

Batam

Ini Peran Pegawai BP Batam Selundupkan PMI Ilegal ke Singapura

Batam

Satgas Kepri, Tjetjep Yudiana: Angka kematian akibat Covid-19 di Batam cukup tinggi

Batam

Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

Batam

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Kerja Sekretaris Anggota Wantimpres

Batam

BP Batam Gelar Rakor, Bahas Isu Strategis dan Susun Rencana Kerja Tahun 2025

Batam

Bupati Karimun kunjungi lokasi karantina isolasi masyarakat Karimun

Batam

Kepala BP Batam Dengarkan Aspirasi Warga Sei Nayon
error: Content is protected !!