Meranti– Bendahara Pokmas sekaligus penerus program pembangunan bantuan rumah tinggal layak huni (RTLH) di Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau kembali memberi penjelasan, terkait adanya dugaan penjualan ribuan material RTLH yang baru ini menimbulkan polemik.
Seperti diberitakan sebelumnya, oknum pengurus pokmas di desa tersebut atas tudingan dugaan telah menjual ribuan material RTLH bantuan dana alokasi dari aspirasi anggota DPRD Provinsi Riau Hj Farida Saad dari partai Nasdem sebesar Rp 1,120 miliar untuk pembangunan RTLH sebanyak 16 yunit.
Asuro selaku bendahara pokmas sekaligus pengurus yang melaksanakan progam pembangunan RTLH kembali memberi penjelasan, menurutnya persoalan tersebut hanya miskomunikasi dan ada ke salah pemahaman di internal Pokmas di lapangan.
“Ini sebenarnya hanya miskomunikasi dan ke salahpahaman di internal Pokmas di lapangan. Kalau untuk pengerjaan tidak ada masalah hanya saja ada beberapa rumah yang belum selesai di cat dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini selesai,” Kata Asuro saat bertemu dengan media ini,Minggu 08/05/2022 malam.
Mengenai sisa-sisa material ada yang di jual memang benar adanya dan uang dari penjualan digunakan untuk membeli material lainnya.
“Batu bata 3000 keping, batu krikil dua gerobak dengan nilai lebih kurang Rp 6.000.000 dan uang itu kita gunakan untuk membeli material yang kurang seperti semen, cat dan keperluan material lainya,”Ujarnya.
“Memang teknis lapangan banyak persoalan maka saya belum bisa menjelaskan secara rinci pada saat itu, karena kita lagi ditimpa musibah ketua pokmas meninggal dunia dan ada sedikit persoalan yang belum diselesaikan seperti pembayaran upah tukang, pelansir material dan pengesup material. Dan saya ini meneruskan pengerjaan sejak 14 Febuari 2022 lalu,” terangnya.
Surizal, selaku konsultan perpanjangan tangan dari dinas bidang perumahan (perkim) juga menyampaikan bahwa Sejauh ini untuk pengerjaan tidak ada masalah dan sesuai dengan perencanaan. dan memang ada beberapa rumah yang di saat ini lagi definisink mudah-mudahan dua tinga hari ini sudah selesai,” tambah Surizal kepada media ini melalui via telfon,Senin 09/05/2022.
“Memang teknis di lapangan ada hambatan seperti untuk masuk bahan ke lokasi selain jauh juga tergantung pasang dan surut air laut dan itu kita maklumi,”tutupnya.(mt).










