Liputankepri.com, Karimun – Kesal dengan pihak PT Saipem Indonesia, yang melanggar komitmen saat pertama kali menandatangani MoU dengan pemerintah daerah, Gerakan Anak Pangke Barat (GAPB) asal Desa Pangke Barat Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun menggelar aksi di depan pintu masuk PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), Kamis (13/7/2017) pagi.

Aksi yang menuntut komitmen perusahaan asal Italia tersebut, yang dikomandoi Izwan, menuntut agar pihak perusahaan merealisasikan komitmen untuk memprioritaskan warga tempatan sebagai pekerja dan memperkerjakan kembali beberapa warga yang di berhentikan secara sepihak oleh perusahaan.
“Aksi yang kami gelar ini merupakan sikap kekesalan terhadap pihak saipem yang tidak mengindahkan kontrak yang telah disepakati. Kami menuntut hak kami sesuai dengan kesepakatan awal yang dibuat, yakni memprioritaskan pemuda Pangke sesuai MOU yang telah disepakati di awal dahulu, kemudian bagi kawan kawan yang sudah diberhentikan sepihak oleh pihak perusahaan agar dapat bekerja kembali sebagaimana biasanya,” jelas Izwan kepada wartawan.
Izwan mengatakan, apabila aksi kali ini tidak membuahkan hasil maka akan melakukan aksi berikutnya. Sementara aksi hari ini di gelar hingga pukul 17.00 Wib
PT Saipem yang diwakili HRD PT Saipem, Danil mengatakan, “Perusahaan akan membuka lebar pintu buat kawan-kawan untuk menyampaikan aspirasinya, hanya saja saya selaku perwakilan belum bisa memberi keputusan atau jawaban atas tuntutan dari kawan kawan”, jelas Danil, dihadapan para demonstran.
Sementara itu Kepala Disnaker Kabupaten Karimun, Hazmi Yuliansah. Disnaker berusaha melakukan koordinasi dengan pihak PT Saipem terkait tuntutan warga tersbut
“Kami dari Disnaker akan mencoba koordinasi dengan pihak PT Saipem agar mempeioritaskan pemuda karimun, khususnya pemuda pangke, supaya dapat bekerja sesuai kemampuan mereka. Yang terpenting mereka dapat bekerja,” ujar Hazmi. (lk 2)










