Liputankepri.com,Karimun – Fenomena gerhana bulan beberapa waktu lalu diduga menjadi penyebab banjirnya di beberapa tempat di Karimun hingga mencapai 40-150 Cm.

Berdasarkan pantauan dilapangan,beberapa daerah di Karimun mengalami banjir yang tidak biasanya di alami oleh warga Pongkar kecamatan Meral Barat kabupaten Karimun
Seperti yang di sampaikan oleh Karim warga Pongkar,kecamatan Meral Barat kepada awak media di kediamannya,Jum’at (02/02/2017) mengaku kaget dengan melihat Air Laut naik sampai menggenangi rumahnya.
“Baru kali ini saya melihat banjirnya seperti ini. Karna gerhana bulan kemarin kan, air laut jadi pasang besar hingga ke darat bahkan sampai masuk kerumah saya,” kata Karim
Kondisi Air Laut yang yang melimpah sampai kedarat menyebabkan 11 rumah yang berada di sepanjang bibir pantai pongkar mengalami banjir hingga mencapai sebatas pinggang orang dewasa, air pasang ini menyebabkan beberapa perabotan rumah tangga, elektronik dan pakaian pun menjadi basah dan rusak .
“Memang besar pasang kali ini,sampai masuk ke dalam rumah, tilam tempat tidur, habis basah semua, pakaian semuanya basah,” ucap Karim

Herman juga menceritakan kejadian fenomena langka ini terjadi sejak 3 hari yang lalu,warga setempat dikejutkan dengan kedatangan air secara tiba-tiba. . “Banjirnya secara tiba-tiba datangnya, kalau pasang biasa atau banjir biasa kan pelan-pelan datang airnya, kalau ini secara tiba-tiba dari belakang, jadi kami tidak sempat selamatkan barang-barang,” ujar Herman
Tidak hanya di desa Pongkar saja, hal serupa juga dialami oleh warga Pamak laut dengan ketinggian air mencapai 40 cm hingga merendam jalan dan pemukiman warga setempat.
Senada juga disampaikan Eka warga Pamak,ia mengatakan ada sekitar 15 rumah yang sudah terendam, rata-rata bagian dapur, karna dapur rumah mereka lebih rendah dari pada bagian depannya,” tutur Eka
Musibah yang menimpa warga kami tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,kami berharap adannya perhatian dari pemerintah daerah dari musibah yang kami alami ini,”harapnya
Secara Terpisah,Paradita Saraswati Kepala Forecaster Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ketika di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan,fenomena super blue blood moon tidak menyebabkan banjir. “Tidak ada pengaruhnya pasang air laut, atau hujan dengan super blue blood moon.
“Pasang surut yang diluar dari biasanya tersebut bukan dari fenomena super blue blood moon, melainkan dari letak geografis kabupaten maritim ini berada di dalam zona abu-abu,”jelas Dita panggilan akrabnya
Letak Karimun ini berada di zona abu-abu, nggak jelas. Artinya kondisi cuaca di Kepri ini tidak dapat diprediksi atau ditebak sama sekali, berbeda dengan daerah dataran,” katanya.
Dita mengilustrasikan, jika di daerah dataran rendah, masyarakat setempat lebih familiar dengan cuaca musim penghujan pada saat memasuki bulan September hingga Desember.
“Kalau di Karimun, tidak bisa ditebak, buktinya pada bulan Februari masih hujan,” papar Dita mengakhiri.(ron)










