Meranti– Selain langka, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kabupaten Kepulauan Meranti kini melambung tinggi. Sehingga membuat masyarakat kususnya para nelayan dan pengusaha jasa angkutan laut yang menggunakannya merasa tercekik dan menghambat mata pencarian mereka.
Kelangkaan BBM tersebut diduga akibat ulah APMS Nakal dan banyaknya Mafia minyak serta agen pengencer nakal di meranti.
Dari investigasi media ini di lapangan, di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat dua APMS pemasok BBM subsidi jenis solar yakni, APMS milik Ase dengan badan usaha PT Bumi Meranti Sejahtera beralokasi di pelabuhan Pelindo Kecamatan Tebing Tinggi. Dan APMS milik Pengusaha Haji Zulkarnain dengan badan usaha PT Tujuh Bersaudara yang berada di jalan tanjung harapan selatpanjang memasok BBM subsidi jenis solar sebanyak 80 Kilo Liter (KL) sama dengan 400 drum setiap APMS perbulannya.
Namun selang beberapa hari setelah BBM masuk tersebut terkesan tidak beredar dimasyarakat, namun diduga dimainkan peredarannya oleh Oknum-oknum tertentu dan pengencer nakal untuk memanfaatkan kelangkaan dan meraih keuntungan yang besar.
Diduga jatah kuota minyak yang dibagikan serta pergerakannya jauh melenceng yang awalnya untuk didistribusikan ke masyarakat tetapi diambil oleh oknum Agen nakal untuk dijual ke pihak industri dengan harga yang tinggi, sehingga peredaran BBM jenis solar menjadi langka dan mahal ditengah-tengah masyarakat Kepulauan Meranti.
Keluhan tersebut seperti diungkapkan sejumlah nelayan dan pengusaha penyeberangan kempang di Selatpanjang mengatakan jika pihaknya sangat sulit untuk melaut karena harga BBM layaknya harga Mas, sementara BBM jenis solar subsidi sangat sulit didapatkan.
“Selama ini kami membeli BBM jenis solar subsidi layaknya harga industri, sedangkan solar bersubsidi sangat sulit didapatkan apalagi kami hanya nelayan menggunakan pompong kecil, kalaupun ada harga sangat mahal bahkan mencapai Rp 300.000 per jerigen berukuran 35 liter,”Kata Sumber.
“Kita berharap ini menjadi perhatian pihak Pertamina dan Pemerintah atas kelangkaan Solar Subsidi di APMS dan penegak hukum untuk mengusut para mafia minyak di kota ini,” harapnya.
Hal senada juga dikeluhkan sejumlah pengencer kecil di pingir jalan di kota selatpanjang yang tidak mau di sebut namanya mengatakan BBM subsidi di APMS sudah ada agen yang mengkopnya.
“Semua BBM jenis solar subsidi di APMS sudah ada yang mengkopnya dan di pasokan ke pengusaha kapal angkutan laut termasuk industri kilang sagu dengan harga mencapai dari Rp 1.800.000 sampai Rp 2 jt per drumnya. Apa lagi saat ini sampai Rp 2.100.000 per drum sehingga pengencer kecil yang melayani kebutuhan masyarakat seperti kami tidak kebagian,” kata sumber.
Saat dikonfirmasi, Senin 18/4/2022 kenaren, pihak APMS PT Tujuh Bersaudara milik Pengusaha Haji Zulkarnain melalui pengurusnya yang bernama Ayi mengatakan pihaknya secara normal 80 KL atau sekitar 400 drum, sementara untuk pembagiannya sediri kita memakai sistem jatah dan buka bon atau titip uang terlebih dahulu.
“Untuk harga het sendiri kita sebesar 1.030.000 Rupiah dari pertamina pekanbaru, mengenai harga diluar atau diseberang yang naik kita tidak tahu, mungkin agen mau untung dan ambil upah penarik atau kapal,”kata Ayi.
Sambungnya lagi,”Ada sekitar 40 Pengencer yang terdaftar di APMS diantaranya Gofur kios di banglas itu sekitar 20 drum, ada juga orang merbau dan Pulau Merbau itu untuk Gofur juga, Ada Taher 5 drum,”kata Ayi.
Disinggung berapa jumlah kota yang liainya tersebut Ayi mengungkapkan ia tidak mengetahui “itu urusannya langsung ke sana manager atasan sana bang,” ujarnya.
Begitu juga di katakan pihak APMS PT Bumi Meranti Sejahtera milik Ase melalui humas Rahim Atan,Selasa 10/05/2022 mengatakan pihaknya menyalurkan BBM kepada agen pengencer secara normal dengan mekanisme setiap mendapat 1 drum BBM jenis Solar juga harus mengambil 5 drum BBM jenis Pertalite.
“Sudah ada agen pengencer yang ngambil, contohnya pengencer bernama Man yang di Jalan Dorak mendapat kota sebanyak 30 drum BBM jenis Solar dan mengambil 150 drum BBM jenis Pertalite, mengapa cara seperti itu kita lakukan karena BBM jenis Pertalite di APMS kita kurang laris,” Kata Rahim Atan saat dijumpai media ini.
Disingung mengenai Fee ia membantah,”mana ada memakai Fee dan kami menjual BBM jenis solar dan pertalite sesuai het yang telah di tetapkan oleh pertamina dengan harga BBM jenis solar sebesar Rp 1.030.000 dan BBM jenis Pertalite sebesar Rp 1.530.000 perdrum,”
Ditanya mengenai sisa BBM jenis solar di salurkan kemana ia mengatakan disalurkan kepada masyarakat, ada yang ngambil 2 atau 3 drum.
Tambahnya lagi,”Di Meranti bukan hanya APMS kita saja yang menjadi pemasok BBM Solar subsidi, di meranti ada 6 APMS termasuk APMS PT Mas Aartha Sarana yang juga memasokan BBM Solar supsidi, itu juga dipantau ke mana saja di edarkan jangan APMS kita saja yang di pantau,”tutur Rahim.(tm)










