banner 200x200

Home / Featured / Karimun

Kamis, 24 November 2016 - 20:59 WIB

Diduga,Air Minum Dalam Kemasan Merek Atarin Mengandung Bakteri Berbahaya

Liputankepri.com,Karimun –Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) mempunyai peranan yang sangat penting didalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Disaat kebutuhan air yang benar benar layak semakin sulit didapat, berbagai jenis air minum dalam kemasan banyak ditawarkan oleh industri air minum baik yang dari skala kecil hingga skala yang besar.Ironisnya,produk Air Minum Dalam Kemasan Merek Atarin ini justru diduga membahayakan kesehatan masyarakat

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Atarin ini adalah air baku dari hutan lindung Gunung Jantan Karimun Kepulauan Riau yang diolah dengan menggunakan teknologi tertentu, kemudian dikemas dalam beberapa bentuk, antara lain: Botol 330ml, Botol 600ml, Botol 1500ml, Gelas 240ml, Gallon 19liter maupun ukuran kemasan lainnya.

Dari pantauan dilapangan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Atarin masih menjual produk yang sudah tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh kotoran seperti serabut-serabut kecil berwarna putih lebih berisiko jika dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. “Terutama bagi mereka yang imuno compromize, atau yang memiliki masalah kesehatan, sehingga sistem imunitas tubuhnya menjadi lemah.
Hariono ketua 1 Komda Karimun Reclassering Indonesia ketika di konfirmasi media ini Kamis (24/11) mengatakan dari penemuan air mineral dalam kemasan seperti kemasan aqua gelas dan kemasan botol yang di produksi oleh PT. Tritirta Argajaya Tanjungbalai Karimun,diduga sudah sangat membahayakan masyarakat kalau mengkomsumsi minuman yang jorok, maka kami akan tindak lanjuti atas penemuan ini.

“Saya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli  produk air minum ini, terutama dalam kemasan gelas. “Saran saya, kalau saat diminum air itu ada aroma sesuatu jangan diminum. Kalau warnanya keruh juga jangan diminum,” ujarnya.

Baca Juga :  PLTS 2 Gigawatt Bakal Dibangun di Kecamatan Sugi Besar

Bagi instansi yang terkait seperti Dinas kesehatan, BPOM dan  penegak hukum jika ada produsen nakal yang tidak memperbaiki dan bertanggung jawab diharapkan diproses secara hukum dan diberikan sanksi yang menjerakan. Bila hal ini tidak dilakukan maka kesehatan banyak masyarakat dipertaruhkan,”harapnya

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dalam penelitiannya juga menemukan air minum kemasan gelas yang tidak mencantumkan batas waktu kadaluwarsanya. Padahal, setiap produk apapun harus mencatumkannya sesuai dengan Standar SNI  Tanggal hanya ada di kotak, padahal harusnya di setiap kemasan.

Baca Juga :  Lelang Jabatan Eselon IIA, 64 Orang Pejabat Tidak Lolos Seleksi Administrasi

Secara terpisah ,salah satu pekerja Atarin yang tidak mau disebutkan namanya ketika di konfirmasi awak media ini di kantornya di bilangan Kolong Tanjungbalai Karimun mengatakan,”Air kemasan gelas yang sudah keruh berwarna putih kalau di minum tidak apa-apa dan saya sendiri juga minum koq,”katanya dengan enteng.(red)

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Berita

Anggota DPRD Karimun,Raja Rafiza Dukung Nelayan yang ditahan di Malaysia

Featured

JPU Hadirkan Saksi Mantan Kabiro Akademis UK

Featured

Erlangga: Siswa SPN Meninggal Karena Kelelahan

Karimun

Nasi Kapau Satpolair Polres Karimun Sasar Kru Kapal Nelayan

Featured

Susi: Kejahatan Sektor Perikanan Ditunggangi Oleh Kejahatan Lain,Seperti Narkoba

Karimun

Pelaku Pembunuhan Di Selatpanjang Diringkus Polisi

Featured

Kanwil DJBC Khusus Kepri Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,6 Miliar

Karimun

Airlangga Buka Secara Resmi Pelaksanaan GTRA Summit 2023
%d blogger menyukai ini: