banner 200x200

Home / Batam / Featured / Liputan Kriminal

Sabtu, 21 Mei 2016 - 14:18 WIB

Dokter Forensik Sebut Dian Milenia Tewas Akibat Tiga Tindakan Kekerasan

Liputankepri.com,Batam – Dokter forensik RSUD Embung Fatimah dr. Renhard John Devison, SH., S.P, yang dijadikasn saksi dalam sidang terdakwa Wardiman Zebua dalam perkara pembunuhan Dian Milenia Trisna Afiefa, mengatakan ada tiga tindak kekerasan yang menyebabkan korban tewas.

“Korban mengalami beberapa tindak kekerasan. Pertama luka tusukan dipunggung, luka di kemaluan dan luka di bagian leher. Itu kita ketahui setelah adanya permintaan dari Penyidik Polresta Barelang, hingga kita lakukan pemeriksaan,” kata dr Renhard.

Dia melakukan tahap pemeriksaan forensik bersama dr Faisal Zulkarnain. Dia dan timnya melakukan 3 tahapan pemeriksaan masing-masing pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam, dan pemeriksaan tambahan.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda Kepri Amankan Lima Orang Tersangka Curat dan Penadahan

Dalam pemeriksaan luar, dilakukan terhadap beberapa benda milik korban, seperti tas, buku, handphone (HP), jilbab, helm, sepatu, kaos kaki, seragam sekolah dan benda lainnya.‎

“Sepintas, dilihat tidak ada yang janggal. Namun di foto-foto, korban ditemukan dalam kondisi telanjang dan pakaiannya terletak diatas tubuh bagian dada. Posisinya terlentang ditanah,” katanya.

Mendengar penjelasan dokter forensik tersebut, Penasihat Hukum (PH) dari terdakwa masing-masing Isfandir Hutasoit, Syamsir Hasibuan, Utusan Sarumaha menanyakan kebenaran, terkait baju dan celana korban yang dijadikan sebagai barang bukti, tidak sedikitpun ditemukan ceceran darah.

Baca Juga :  Bersimbah Darah,Pria Ini Tewas di Tembak Orang Tidak Dikenal

“Di bajunya tidak ada darah, keterangan mana yang benar. Atau bajunya bukan yang dijadikan barang bukti. Mohon ditegaskan, itu baju tidak ada darahnya, apakah sudah dilaundri (dicuci) atau bagaimana,” kata Isfandir Hutasoit.‎

‎dr Renhardi mengatakan ceceran darah juga terdapat disekujur tubuh bagian samping dada hingga perut korban. Hanya bagian yang ditutupi baju saja, yang tidak dikenai darah.

“Ini berarti, korban diperkosa dulu sebelum dihabisi,” katanya.**

Share :

Baca Juga

Liputan Kriminal

Hasil Autopsi Jong – Nam Tewas Dalam 20 Menit

Ekonomi

Ratu Belanda Ingatkan Indonesia untuk Fokus Program Inklusi Keuangan

Batam

BP Batam Terima 4 Sertifikat BMN dari BPN Kepri

Batam

Empat Orang TKI Hilang di Perairan Nongsa Batam

Featured

HUT Polantas Ke-63, Satlantas Polres Karimun Gelar Bhakti Sosial

Featured

Tim WFQR Tangkap Kapal Penyelundup Tujuan Karimun

Featured

Menelusuri Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Karimun

Batam

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman Dua Paket Ganja Sebanyak 4,1 Kilogram
%d blogger menyukai ini: