Jembatan Umum Di Desa Penghasil Kayu Dan Minyak Ambruk, Kini Belum Mendapat Perhatian

- Jurnalis

Rabu, 11 Januari 2023 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meranti– Keberadaan jembatan pelabuhan umum Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa minggu lalu ambruk akibat diterjang air pasang ditambah lagi kondisinya sudah mulai semakin memprihatinkan.

Pelabuhan yang di bangun mengunakan kayu oleh Pemkab Meranti melalui dinas perhubungan beberapa tahun lalu, saat ini kondisinya sudah mulai lapuk di makan usia, tanah dan batu sudah banyak yang jatuh kelaut.

“Bukan hanya jembatan yang rusak dan lapuk, jalan menuju pelabuhan juga sudah rusak parah. Saat ini kita hanya perbaiki dengan swadaya seadanya dari masyarakat,” kata Samari dan beberapa warga sekitar.

“Sudah beberapa minggu lalu roboh, untuk tiang pancang jembatan itu bantuan dari panglong arang dan bantuan dari kepala desa,” tambahnya.

Untuk diketahui, Desa Tanjung Peranap ini bisa di bilang desa yang kaya dengan hasil alam mulai dari minyak bumi, Gas, juga termasuk desa penghasil kayu hutan alam terbesar penyuplai kayu oleh oknum oknum ke luar daerah seperti Batam dan Tanjung Balai Karimun. Namun sejauh ini belum ada bantuan atau mendapat perhatian dari perusahaan paupun pengusaha kayu yang membantu.

Kepala Desa Tanjung Peranap, Indra mengatakan saat ini jembatan yang ambruk diperbaiki dengan swadaya dan kedepannya akan dianggarkan dana untuk perbaikan jembatan tersebut.

“Insyakallah pada tahun ini, akan kita anggarkan melalui dana DDS. Kalau untuk pembelian papan saya rasa bisa,” Kata Indra kepada media ini melalui via telfon,Selasa 10/01/ 2023.

Mengenai jalan pelabuhan dari dusun ke dusun yang dibangun pada masa kabupaten bengkalis dan saat ini rusak parah yang menjadi hambatan bagi pemerintah desa.

“Itu yang susah mau kita bangun karena status jalan itu jalan Kabupaten yang tidak bisa kita bangun mengunakan dana desa dan ini kita coba usaha cari solusi ke pemerintah kabupaten,” tutupnya.(tm)

 

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik
Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau Teken MoU, Perkuat Pembinaan Warga Binaan Menuju Kemandirian
Subuh On The Road Pamapta Sampaikan Aduan Masyarakat lewat 110 Polres Meranti

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:46 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:07 WIB

Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:18 WIB

Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima

Berita Terbaru