class="wp-singular post-template-default single single-post postid-8551 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Featured / Karimun

Selasa, 30 Mei 2017 - 22:40 WIB

Joko T Sembodo : Dunia Perbankan di Karimun Mulai Lesu

Liputankepri.com,Karimun – Pertumbuhan ekonomi kabupaten Karimun selama 5 bulan belakangan ini mengalami perlambatan, dibandingkan pada tahun lalu akibat beberapa faktor diantaranya belum terserapnya APBD 2017 melalui pengerjaan proyek pemerintah,

Kemudian dunia investasi yang sepi dengan indikator tidak adanya pekerja yang bekerja disalah satu perusahaan galangan kapal. Dan beberapa faktor lainnya, juga berpengaruh terhadap dunia perbankan. 

”Yang jelas pertumbuhan ekonomi selalu diukur dengan perbandingan terhadap pencapaian ekonomi di tahun-tahun sebelumnya. Termasuk dunia perbankan juga kena dampaknya, akibat perlambatan ekonomi di Karimun,” kata Kepala BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun, Joko Teguh Sembodo, Senin (29/5).

Lanjutnya, perlambatan ekonomi disektor perbankan tersebut dapat dilihat dari arus modal yang masuk ke perbankan baik bank konvensional maupun BPR. Artinya, transaksi perbankan beberapa bulan ini tidak meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, arus modal bukan satu-satunya penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah, akan tetapi masih ada faktor lain seperti Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebab, Karimun masih mempunyai potensi granite dan timah, selain itu potensi pariwisata yang perlu digarap secara serius oleh Pemerintah Daerah. ”Kemungkinan pergerakan ekonomi akan meningkat disaat awal bulan Juni nanti. Dengan seiring memasuki hari lebaran dan ajaran baru, secara otomatis transaksi jual beli masyarakat akan meningkat. Dan bisa berdampak terhadap dunia perbankan, ada yang melakukan tranfer maupun pengambilan uang tunai dan sebagainya,” tuturnya.

Joko optimis pertumbuhan ekonomi Karimun kedepan akan membaik. Walaupun, saat ini terjadi perlambatan ekonomi juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Batam. Sehingga, perekonomian tidak bisa berjalan sendiri (eksklusive), akan tetapi dari segi ukuran (size) perekonomian batam jauh lebih besar. ”Masih ada setengah tahun lagi, masih banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian di Karimun,” jawabnya optimis. (Bp)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Mulai Sore Ini Masyarakat Rangsang Barat Sudah Dapat Nikmati Listrik 18 Jam

Featured

Tinjau Jalan Rusak, Bupati Asmar Pastikan Segera Dibangun dan Diperbaiki

Featured

SOTK Baru Pemkab Karimun Lebur SKPD

Featured

Tarif Pas Masuk SBP Naik,Mahasiswa Demo Pelindo

Featured

Iannone Bertekad Lebih Baik bersama Suzuki Musim Depan

Batam

Usai Pemeriksaan,BPK Kepri Serahkan LHP ke Kabupaten Kota

Karimun

Lagi-lagi Seorang Pria Ditangkap Satres Narkoba di Parkiran Diskotek Bravo

Ekonomi

Menteri Suharso : Transformasi Ekonomi di Papua
error: Content is protected !!