Mantan Presiden Iran Meninggal Dunia

- Jurnalis

Senin, 9 Januari 2017 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

presiden Iran, Akbar Hashemi Rafsanjani meninggal dunia di rumah sakit di Teheran, Iran di mana ia dilarikan setelah mendapat serangan jantung pada Minggu waktu setempat.

Liputankepri.com,Iran – – Kantor berita negara Iran, Press TV mengatakan, Rafsanjani yang berusia 82 tahun tak tertolong meski dokter telah berupaya maksimal untuk menyelamatkannya. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin, (9/1/2017).

Warga dilaporkan berkumpul di luar rumah sakit di mana Rafsanjani menghembuskan napas terakhirnya, tepatnya di kawasan Tajrish di Teheran utara.

Rafsanjani merupakan seorang tokoh berpengaruh di Iran. Ia memimpin sebuah Dewan Penegasan Kemanfaatan yang berfungsi untuk menyelesaikan sengketa antara parlemen dan Dewan Garda.

“Ayatollah Hashemi Rafsanjani, Kepala Dewan Penegasan Kemanfaatan, setelah seumur hidup berjuang tanpa henti menuju jalan Islam dan revolusi telah meninggal dunia,” demikian pengumuman televisi Channel One seperti dikutip dari The New York Times.

Sosoknya juga merupakan salah seorang tokoh di Majelis Ahli, sebuah lembaga yang memilih pemimpin tertinggi, orang paling berkuasa di Iran. Rafsanjani selama ini dideskripsikan sebagai “pilar Revolusi Islam”.

Sejumlah kebijakan pragmatisnya di mana ia meliberalisasi ekonomi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan Barat telah membuat kelompok garis keras berang, namun tak sedikit dipuji oleh rakyat Iran.

Kematiannya disebut-sebut merupakan pukulan terbesar bagi kaum moderat dan reformis.

“Dia akan dirindukan. Meski ia semakin tidak berdaya, namun ia memberikan kami harapan…” ujar Farshad Ghorbanpour, seorang analis politik yang dekat dengan kalangan reformis.

Rafsanjani memiliki karier panjang sebagai seorang revolusioner. Namun ia juga diterpa isu telah mengumpulkan kekayaan dan memanfaatkan pengaruhnya.

Namanya dikenang sebagai salah satu pemimpin Revolusi Islam 1979, orang dekat pendiri republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada
Sempat Kejar-kejaran Menuju Malaysia, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 PMI Ilegal di Perairan Karimun
Polsek Kerinci Kanan Gulung Jaringan Narkoba, Kurir dan Bandar Berhasil Diringkus
Viral Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol Bogor, BMKG : Fenomena Optik Atmosfer
27 Kg Sabu Digagalkan di Selat Akar, Polisi Tembak Juru Mudi-Desakan Bongkar Bandar Besar Menguat
Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Percepat Pembangunan di Dua Titik Kabupaten Siak, Satu Titik Hampir Rampung
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:21 WIB

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Senin, 4 Mei 2026 - 19:43 WIB

Sempat Kejar-kejaran Menuju Malaysia, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 PMI Ilegal di Perairan Karimun

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:00 WIB

Polsek Kerinci Kanan Gulung Jaringan Narkoba, Kurir dan Bandar Berhasil Diringkus

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:45 WIB

Viral Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol Bogor, BMKG : Fenomena Optik Atmosfer

Selasa, 28 April 2026 - 15:35 WIB

27 Kg Sabu Digagalkan di Selat Akar, Polisi Tembak Juru Mudi-Desakan Bongkar Bandar Besar Menguat

Berita Terbaru