class="wp-singular post-template-default single single-post postid-6806 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Nasional

Senin, 17 April 2017 - 20:48 WIB

MenPAN : ASN Harus Memiliki Kualifikasi Tinggi

Liputankepri.com,Batam – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara untuk mengikuti pelatihan, minimum selama 20 jam sepanjang setahun demi meningkatkan kapasitas para pamong.

“Wajib setiap ASN, 20 jam per tahun harus ikut pelatihan,” kata Menteri Asman Abnur di Batam, Kepulauan Riau, Senin (17/4-2017).

Kebijakan itu diambil setelah Menteri mengetahui sebanyak 64 persen dari sekira 4,5 juta ASN di seluruh Indonesia hanya memiliki kemampuan administrasi saja.

Menurut dia, kemampuan ASN harus ditingkatkan, tidak hanya menjadi tukang ketik di kantor.
“Kalau ke kantor enggak punya keahlian, bagaimana negeri kita maju? Ini tidak boleh lagi terjadi,” ucapnya.

Kementerian PAN dan RB telah menggandeng Lembaga Administrasi Negara untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan yang dibutuhkan oleh ASN.

Ia juga menegaskan, pada pendidikan ASN nantinya, para pengajar mesti seorang profesional yang berhasil, bukan lagi widyaiswara.

Berdasarkan wikipedia, widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS pada lembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah.

“Jangan yang ngajar widyaidaswara, yang enggak kepakai tenaganya. Maunya yang mengajar CEO berhasil. Karena pejabat tinggi diharapkan jadi motor perubahan. Widyaiswara ilmunya jaman dulu,” tuturnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam itu juga bertekad seluruh ASN memiliki kualifikasi tinggi, dengan nilai “cum laude” dari perguruan tinggi.

“Tidak semua orang bisa jadi PNS. Hanya orang pilihan, hanya yang ‘cum laude’,” tegasnya.

Penempatan jabatan ASN juga harus disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan keahlian yang dimilikinya. Misalnya, seorang pejabat di Dinas Perhubungan mestilah yang mengerti bidang transportasi, dan bila memungkinkan harus yang lulusan sekolah perhubungan.

Karena menurut dia, masih banyak penempatan pejabat yang tidak sesuai. Seperti yang terjadi di suatu daerah, seorang guru agama menjadi Kepala Dinas Perhubungan. (Ant)

Share :

Baca Juga

Featured

Mendagri Kecam Gubernur Kalteng Soal Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Nasional

Polisi Keluarkan Sirine, Minta Warga Carita Lari ke Dataran Tinggi

Batam

Petugas Lapas Barelang Amankan Seorang Pemuda Saat Mengantarkan Sabu

Ekonomi

Wakil Bupati Gelar Audiensi Bersama Mahasiswa IPMK2M, Bahas Isu Strategis Daerah

Ekonomi

Tinjau Proyek Pembangunan Jalan Pelabuhan Peranggas – Sei Kayu Ara, Ini Harapan Bupati Meranti

Criminal

KPK Tetapkan Hakim Yustisial Edy Wibowo Tersangka Suap

Berita

Polsek Kampar Kiri Gandeng PT Surya Agro, Panen Raya Jagung Pipil Hasilnya Jual ke Bulog

Hiburan

Voklist Ivan Kabari, Andi, Drummer ‘Seventeen’ Dipastikan Meninggal Dunia
error: Content is protected !!