class="post-template-default single single-post postid-4036 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Featured / Karimun / Kepri / Nasional

Sabtu, 14 Januari 2017 - 12:22 WIB

Nelayan Kecamatan Kundur Tuntut Kompensasi Kapal Isap Produksi Milik PT.Karimun Mining Mandiri

Liputankepri.com,Karimun – Penambangan timah oleh dua unit Kapal Isap Produksi (KIP) Cinta 4 dan Dinasty 99 milik PT.Karimun Mining Mandiri di laut Kundur seperti penyakit tumor ganas yang telah mengakar hingga ke saraf. Namun, tumor tersebut akan sembuh jika diberi obat dan terapi yang tepat dengan aturan pakai.

Inilah makna ungkapan yang dirasakan oleh 26 kelompok nelayan yang terbagi di dua kecamatan yakni kecamatan Kundur dan Ungar,kelompok nelayan ini harus menunggu pembayaran kompensasi dari bulan November 2016 sampai akhirnya di sepakati dibayar pada tanggal 30 Desember 2016 sebesar Rp 120 juta untuk dua unit kapal isap.

Alhasil, dana kompensasi Rp 120 juta yang seharusnya diterima dua kelompok nelayan ini hanya di bayarkan setengah dari itu dengan alasan dari dua unit kapal isap produksi yang beroperasi hanya satu unit yang ada hasilnya.

Hal ini dibenarkan oleh Een humas PT.Karimun Mining Mandiri ketika dikonfirmasi via WA mengatakan pihak managemen perusahaan baru membayar setengah dari 120 juta yang sudah disepakati sebelumnya,”memang kesepakatannya seperti itu tapi kendalanya, dari pihak manajemen mau realisasikan sebesar Rp 85 juta dengan alasan, kita kemarin kerja ga maksimal, dan hanya satu kapal aja, sementara dari pihak nelayan tetap di hitung full  dua kapal, tapi saya udah koordinasikan ke manajemen, agar di penuhi permintaan nelayan,”terang Eed

Ketua kelompok nelayan Awang dan Usup sampai berita ini diterbitkan belum bisa dimintai keterangannya,namun Salim salah satu humas untuk Tanjungbatu Kundur mengatakan hari Senin depan managemen perusahaan akan membayar sisa kekurangan kompensasi untuk kelompok nelayan,”imbuh Salim via SMS Sabtu (14/1-2017).

Polemik penambangan timah menggunakan kapal isap di Pulau Kundur ini sudah menjadi perbincangan sehari-hari. nelayan yang menjadi korban dampak dari penambangan ini berteriak dan setiap ada permasalahan, kepala daerah Bupati atau Gubernur serta komisi C DPRD Karimun yang bertanggung jawab karena sudah meloloskan serta menandatangani izin operasi penambangan dengan kapal isap tersebut.

Uji coba dua unit kapal isap produksi milik PT.Karimun Mining Mandiri yakni KIP Cinta 4 dan KIP Dinasty 99 sudah melakukan aktifitas eksploitasi biji timah di perairan Tanjungbatu Kundur mulai bulan November 2016 lalu hingga sekarang masih meninggalkan polemik terkait masalah pembayaran kompensasi,ironisnya dua kapal isap produksi ini diberikan izin mengambil kekayaan laut berupa biji timah setelah itu baru dilakukan kesepakatan pembayaran dengan kelompok nelayan.**

Share :

Baca Juga

Featured

Wabup Karimun Bangga Sepakbola U14 dan U16 Ikuti Turnamen Piala Menpora di Batam

Berita

Soal Tewasnya Haji Permata, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Batam

Gelanggang Permainan Berbau Judi Marak di Batam, Aparat Lepas Kontrol

Batam

Jalan Berlubang, Pengendara Motor di Batam Sering Terkecoh

Kepri

Kapolda Kepri dan Danrem 003/WP Kunker ke Mako Yonif Raidersus 136/TS

Karimun

BNNK Karimun Razia Tempat Kos, Hotel dan Wisma 

Karimun

Razia Kosan di Karimun, Polisi Amankan 11 Pasangan Bukan Suami Istri

Batam

Polda Kepri Belum Menahan Anggota DPRD Natuna dalam Kasus Pencabulan