class="wp-singular post-template-default single single-post postid-12384 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Nasional / Tanjungpinang

Selasa, 3 Oktober 2017 - 07:29 WIB

Pokdarwis Pulau Penyengat Raih Juara 5 Tingkat Nasional

Peserta menunggu giliran tampil dalam lomba peragaan busana khas Melayu di rangkaian acara Festival Pulau Penyengat, Selasa (23/2). Pakaian adat khas Melayu untuk pria yaitu baju 'melayu cekak musang' dan baju 'melayu gunting cina', sedangkan untuk wanita yaitu 'baju kurung' dan 'kebaya labuh', yang dikaitkan dengan fungsinya yaitu pakaian sebagai penutup malu, pakaian sebagai penjemput budi, dan pakaian sebagai penolak bala. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/16.

Peserta menunggu giliran tampil dalam lomba peragaan busana khas Melayu di rangkaian acara Festival Pulau Penyengat, Selasa (23/2). Pakaian adat khas Melayu untuk pria yaitu baju 'melayu cekak musang' dan baju 'melayu gunting cina', sedangkan untuk wanita yaitu 'baju kurung' dan 'kebaya labuh', yang dikaitkan dengan fungsinya yaitu pakaian sebagai penutup malu, pakaian sebagai penjemput budi, dan pakaian sebagai penolak bala. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/16.

LIPUTANKEPRI.COM.TANJUNGPINANG — Kelompok Sadar Wisata Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau berhasil memperoleh juara 5 tingkat nasional dalam ajang Apresiasi Kelompok Sadar Wisata 2017 yang digelar Kementerian Pariwisata untuk kategori Pokdarwis Berkembang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang Reni Yusneli memberikan apresiasi dan berharap prestasi tersebut mendorong mereka lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola potensi kepariwisataan di pulau bersejarah tersebut.

“Ini prestasi yang gemilang, karena pesertanya lebih dari seribu kelompok,” katanya.

Reni mengemukakan, dinas yang dipimpinnya akan terus mengembangkan sektor kepariwisataan di Pulau Penyengat yang mampu menarik perhatian wisatawan. Kelompok Sadar Wisata Pulau Penyengat akan mendapat bantuan dan pembinaan dalam mengembangkan sektor kepariwisataan.

Baru-baru ini Dinas kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang memberi bantuan berupa enam unit sepeda, yang dapat dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata. Sepeda tersebut disewakan kepada wisatawan untuk mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Pulau Penyengat.

Untuk satu sepeda disewakan sebesar Rp 5.000. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang akan menambah enam unit sepeda pada Selasa (3/10).

“Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata dapat menambah penghasilan warga,” katanya.

Selain itu, menurut dia pengembangan sektor kepariwisataan juga dengan mewujudkan warga Pulau Penyengat yang santun, dan mengenakan pakaian Melayu. Wanita di Pulau Penyengat mengenakan baju kurung, sedangkan pria mengenakan tanjak.

“Kami fasilitasi juga tempat untuk menyimpan dan menyewakan pakaian adat melayu kepada wisatawan. Para wisatawan dapat menyewa pakaian adat tersebut. Ini akan menambah penghasilan warga Penyengat,” ujarnya.

Pulau Penyengat lokasinya berseberangan dengan Kota Tanjungpinang, dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan kapal pompong dari pelabuhan rakyat.

Jejak sejarah kerajaan Riau Lingga masih banyak terdapat di pulau kecil tersebut diantara masjid Sultan, bekas istana dan makam para raja.

Sumber : Antara

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Bupati Meranti Sebut Nilai SAKIP Meranti Naik Menjadi B Plus, Terbaik Se-Kabupaten Kota di Riau

Ekonomi

Puluhan Kaleng Sarden di Meranti Tanpa Logo Halal Diamankan BPOM Pekanbaru

Berita

Kembali Hadir di Jawa Barat, FIFGROUP FEST Tawarkan Promo Fantastis

Kepri

Kena OTT KPK, NasDem Siap Pecat Nurdin Basirun sebagai Ketua DPD NasDem 

Berita

Bukan Cuma Pantau Posko, Kapolres Meranti Ikut Berjibaku Jinakkan Api Gambut 85 Hektare

Berita

Masyarakat Natuna menaruh harapan besar kepada Ansar-Marlin

Ekonomi

Afriyanto Resmi Buka Turnamen Futsal Kades Palung Raya Cup

Ekonomi

Breakingnews : Kapal Berbendera Taiwan Diamankan Bea Cukai Di Perairan Meranti
error: Content is protected !!