class="wp-singular post-template-default single single-post postid-9516 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Karimun

Rabu, 12 Juli 2017 - 21:53 WIB

Pompong Nelayan Asal Moro di Hantam Tugboat di Perairan Takong Hiu

Liputankepri.com,Karimun – Tiga orang nelayan tercebur kelaut saat pompongnya di hantam Tugboat yang lagi menarik Tongkang di perairan Takong Hiu Selasa (11/7/2017) dini hari pukul 03.15.Wib.

Tiga orang nelayan asal Moro, Efendi alias Ifin, tekong serta dua kru lainnya yakni Azmain dan Irfan terombang ambing di laut selama tujuh jam.

Peristiwa ini terjadi pada pompong dengan mesin kapasitas 2 GT yang dikemudikan nelayan Moro tenggelam setelah dihantam tugboat di perairan Takong Hiu saat sedang memasang jaring di laut, Selasa (11/7) dini hari pukul 03.15 WIB.

”Ketiga nelayan ini saat kejadian sedang lego jangkar di tengah laut menunggu mengangkat jaring ikannya yang sebelumnya telah mereka pasang. Tekong, Efendi sudah tahu ada kapal tug boat bergandengan dengan tongkang yang berlayar mengarah ke arah kapal nelayan korban yang sedang menunggu pengangkatan jaring,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Irianto melalui Komandan Pos TNI AL Takong Hiu, Lettu Laut (P) Himawan Pratikno.

Ketika nelayan itu tidak menyangka kalau tugboat tersebut tetap berjalan menuju ke arahnya. Sehingga, korban langsung memotong tali jangkar dan mencoba menghidupkan mesin pompong. Karena jarang yang sudah terlalu dekat, sebelum mesin pompong nyala, tugboat sudah menghantam badan pompong hingga pecah, terbalik dan akhirnya tenggelam.

”Ketiga nelayan tercebur ke laut. Kita mendapatkan informasi tadi siang (kemarin, red) bahwa ada nelayan yang terapung di laut karena pompong yang mereka kemudikan pecah dihantam tugboat. Kami langsung evakuasi ketiga nelayan tersebut dan kami bawa  ke Pasir Panjang. Saat ini ketiga nelayan sedang mendapatkan perawatan di klinik Lanal Tanjungbalai Karimun,” paparnya.

Tekong pompong, Efendi menyebutkan, pada saat itu memang dia bersama dua orang rekannya sedang menunggu untuk mengangkat jaring yang sudah terpasang. ”Saya juga melihat dari jauh ada tugboat yang melintas. Hanya saja, tidak menyangka kalau tugboat tersebut tetap jalan mengarah ke kapal kita. Padahal, kapal kita sudah ada lampunya. Beruntung ada serpihan dari kapal kita yang pecah dapat dijadikan alat untuk mengapung,” paparnya.(Bp)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

​Tinjau Lokasi Kebutuhan Sapi Qurban.Pemda Meranti Salurkan 27 Ekor di setiap Kecamatan

Karimun

Penemuan Tulang Diduga Jasad Bayi Gegerkan Warga Pangke

Berita

Plh Bupati Karimun Resmi Membuka Penyuluhan Hukum

Berita

Polres Karimun Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Seligi 2021

Ekonomi

Cari Utang Rp12 Triliun, Pemerintah Lelang 4 SUN

Berita

Reses Masa Pandemi, Tunjangan Anggota DPRD 10 Juta Perorang

Ekonomi

Nurdin Basirun Minta Kinerja OPD-nya Jangan Kalah Dengan Kabupaten dan Kota 

Batam

Kapal Polisi Baladewa 8002 Amankan 24 Orang Imigran Gelap
error: Content is protected !!